Selasa 3, September 2019

LAKUKAN UNTUK TUHAN
“Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia dengan takut  dan gentar, dan dengan tulus hati,  sama seperti
kamu taat kepada Kristus, “(Efesus 6:5)
Galuh, seorang jemaat, baru beberapa bulan diterima kerja di sebuah restoran Jepang ternama di Kota Manado.
Kehadirannya di tempat kerja yang baru ternyata tidak disukai oleh supervisor-nya, entah apa sebabnya dia tidak tahu. Segala
sesuatu yang dikerjakannya selalu dianggap salah, dalam bekerja dipersulit, untuk mendapat fasilitas selalu ditunda. Setiap hari

dia merasa ditekan, dianggap rendah, diberikan pekerjaan yang berat, sering juga diberi jadwal masuk kerja hanya 2 hari dalam
seminggu agar dia mendapat gaji yang kecil.
Di dalam Grup WA sesama karyawan restoran, dia selalu disindir dan secara langsung diminta untuk mengundurkan diri
saja. Padahal untuk mendapat pekerjaan tersebut baginya bukan hal yang mudah, dia berjuang, disertai doa dan puasa. Satu hal
yang selalu dia ingat, dia ingin menjadi berkat di tempat kerjanya. Dia melakukan segala sesuatu dengan rapi, dengan sebaik-
baiknya seperti untuk Tuhan. Dia juga tidak menyimpan kebencian atau menunjukkan rasa tidak senang baik kepada supervisor-
nya maupun kepada sesama karyawan yang nyinyir.
Galuh memang banyak menangis dan mengadu kepada Tuhan, dia berdoa dan berpuasa, dan bertanya pada Tuhan,
apakah dia akan mengundurkan diri saja atau tidak. Ibunya dan teman-teman satu gereja juga turut memberikan kekuatan dan
mendoakannya. Pada suatu kesempatan pemeriksaan rutin, pimpinan restoran dari Jakarta datang memeriksa dan mengaudit
kondisi restoran, menanyai setiap karyawan, hingga ke hal-hal terkecil, dan didapati banyak hal yang tidak benar, tidak dijalankan
sesuai dengan SOP yang berlaku, dan akhirnya supervisor restoran tersebut dipecat, dan Galuh menerima 1 bintang prestasi.
Sahabat NK, mungkin Anda yang saat ini sedang mengalami hal-hal yang menyakitkan di dalam pekerjaan, mungkin
Anda mengalami ketidakadilan, diremehkan, dipojokkan atau pun hal-hal lain yang menyakitkan, namun ingatlah untuk apa tujuan
Anda bekerja. Jika Anda telah melakukan yang benar dan Anda dibenci oleh karenanya, ingatlah juga bahwa Kristus telah lebih
dulu mengalami hal yang sama. Tetaplah bekerja seperti untuk Tuhan, karena kebaikan akan memperoleh balasan-Nya. [MM]