Kamis 5, September 2019

LALAT DAN PINTU KACA
“Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku“ (Mazmur 119:105)
Seekor lalat terbang di sekitar kaca jendela untuk berusaha keluar dari sebuah ruangan. Ia menerjang kaca itu, dengan
tak kenal menyerah. Lalat itu merayap mengelilingi kaca dari atas ke bawah, dari kiri ke kanan, demikian terus dan berulang-ulang.
Hari makin petang, si lalat itu nampak kelelahan dan kelaparan. Esok paginya, nampak lalat itu terkulai lemas terkapar di lantai.
Tak jauh dari tempat itu, nampak serombongan semut merah berjalan beriringan keluar dari sarangnya untuk mencari
makan. Dan ketika menjumpai lalat yang tak berdaya itu, serentak mereka mengerumuni dan beramai-ramai menggigit tubuh lalat
itu hingga mati. Kawanan semut itu pun beramai-ramai mengangkut bangkai lalat yang malang itu menuju sarang mereka.
Dalam perjalanan, seekor semut bertanya kepada rekannya, “Ada yang terjadi dengan lalat ini? Mengapa dia sekarat?”
“Oh, sering terjadi, ada saja lalat yang mati sia-sia seperti ini. Sebenarnya mereka ini telah berusaha, dia sungguh-sungguh telah
berjuang keras berusaha keluar dari pintu kaca itu. Namun ketika tak juga menemukan jalan keluar, dia frustasi dan kelelahan
hingga akhirnya jatuh sekarat, yang akhirnya menjadi menu makan malam kita.”

Semut masih penasaran dan bertanya lagi, “Aku masih tidak mengerti, bukannya lalat itu sudah berusaha keras? Kenapa
tidak berhasil?” “Ia memang tak kenal menyerah dan telah mencoba berulang kali, hanya saja dia melakukannya dengan cara-cara
yang sama tanpa melihat atau mencoba cara baru.”
Pelajaran yang diambil adalah jika kita melakukan sesuatu dengan cara yang sama tapi mengharapkan hasil yang
berbeda, maka nasib kita akan seperti lalat ini.
Jika kita mempunyai visi dan tujuan jangan lupa untuk tetap meminta hikmat Tuhan untuk mencapai visi itu. Duduklah
dalam diam mendengar suara Tuhan (perenungan Firman Tuhan) itu penting agar kita tidak lelah dan membuang-buang waktu
atau bahkan kita malahan tidak mencapai tujuan kita karena Firman itu adalah Pelita bagi kaki dan terang bagi jalan kita.
Pemazmur menyatakan bahwa Firman-Nya itu pelita bagi kaki kita dan terang bagi jalan kita. [SE]