6 Kesalahan Wanita yang Bisa Bahayakan Diri Saat Naik Gunung

77d60aae-f808-4ab7-b00e-d7b9b7af8345_169

Beberapa wanita tertarik untuk mencoba aktivitas alam, salah satunya naik gunung. Ketika mendaki gunung, ada hal-hal yang perlu diperhatikan agar tidak menjadi kesalahan yang dapat membahayakan diri sendiri nantinya. Namun sejumlah wanita sering mengabaikan hal-hal berikut padahal berisiko terhadap keselamatan dirinya sendiri. Menurut salah satu pecinta naik gunung, Aisyah Haerani, banyak wanita yang melakukan enam kesalahan ini. Kesalahan tersebut bisa membahayakan diri sendiri. Apa saja enam hal yang dimaksud?

1. Persiapan Fisik Kurang

Wanita dengan sapaan akrab Icha itu menuturkan bahwa beberapa wanita menyepelekan masalah fisik. Mereka merasa sanggup naik padahal kondisi sedang tidak fit. Tak sedikit wanita yang tidak melakukan latihan fisik terlebih dahulu sebelum naik gunung sehingga mengalami kendala di perjalanan terkait kondisi tubuhnya.

“Kesalahan yang paling sering itu pertama fisik, kadang perempuan itu suka nekat naik gunung tanpa ada persiapan fisik jadi biasanya banyak yang cedera parah atau sakit selama perjalanan. Saran aku sih untuk para perempuan sebaiknya latihan fisik dulu rutin minimal selama seminggu sebelum naik gunung supaya fisiknya nggak kaget dan nggak gampang lelah,” jelas Icha ketika berbincang dengan Wolipop beberapa waktu lalu melalui Whatsapp.

Hijabers 24 tahun itu menyarankan untuk melakukan berbagai latihan fisik. Tidak harus yang berat, lari setiap pagi dan sore hari juga membantu tubuh tetap fit selama perjalanan naik gunung.

2. Malas Ngemil Selama Mendaki

Ini juga menjadi kesalahan wanita saat mendaki gunung yang sering dilakukan. Beberapa wanita dalam kondisi lelah malas makan atau mengonsumsi camilan. Padahal tubuh perlu terus diisi karena perjalanan yang sangat menguras tenaga. Untuk itu, Icha menyarankan agar para wanita membawa camilan seperti cokelat lalu dimakan selama mendaki agar tubuh tidak kelelahan dan kedinginan. Sebaiknya tidak menitipkan makanan di tas orang lain untuk antisipasi bila tersesat atau pisah dari rombongan.

“Kadang cewek itu nggak mau makan banyak nah ini bahaya karena kita harus selalu makan untuk gantiin energi yang keluar selama mendaki. Jangan berpikir diet atau apa pun itu selama naik gunung karena kita harus selalu menambah energi lewat makanan dan minuman untuk menghindari hipotermia dan lebih bagus lagi kalau sebelum naik sudah konsumsi vitamin biar lebih fit,” ujar wanita lulusan Fakultas Psikologi Universitas Gunadarma itu.

3. Terlalu Banyak Bawa Barang

Tak heran bila wanita membawa barang lebih banyak dari pria ketika sedang traveling. Namun saat ingin naik gunung, lebih perhatikan poin ini. Wanita disarankan tidak terlalu banyak membawa barang yang memberatkan tas Anda. Bawa yang memang penting dan dibutuhkan saja. Tidak perlu menumpuk banyak busana.

“Kadang cewek itu packing-nya nggak efisien jadi tas berat banget dan bisa bikin nafas jadi pendek pas mendaki. Saran aku jangan terlalu banyak bawa barang nggak penting, semakin sedikit bawaan semakin baik. Sediakan juga alat-alat lengkap untuk survive di gunung. Sering terjadi juga tas berat karena baju-baju dalam carrier basah kena hujan jadi harus selalu antisipasi hujan meskipun bukan musim hujan,” tambahnya lagi.

4. Salah Pilih Sepatu

Poin keempat ini juga paling sering dilakukan para wanita. Beberapa di antaranya ingin naik gunung dengan gaya stylish sehingga menggunakan sepatu yang kurang nyaman. Sepatu yang tidak nyaman akan membuat kaki lecet atau terluka sepanjang jalan. Icha pun menekankan agar menghindari penggunaan sneakers untuk naik gunung karena bisa membahayakan diri Anda.

“Pakaian dan sepatu itu harus benar-benar dipilih yang safety. Kalau pun mau stylish boleh asal sesuai dengan kebutuhannya. Berusaha untuk survive selama pendakian. Hindari pakai sneakers ke gunung karena itu akan bikin kaki cedera. Harus benar-benar pilih sepatu yang bisa untuk naik gunung, nggak bisa sembarang pakai sneakers karena nanti malah akan menyiksa diri sendiri selama di trek. dan yang terakhir harus selalu bawa jas hujan meskipun bukan musim hujan karena digunung itu cuacanya ga menentu gak sama seperti di kota.

5. Tidak Jaga Ucapan

Icha juga mengingatkan agar Anda menjaga ucapan saat berada di gunung. Menurutnya banyak hal-hal terjadi di luar pemikiran atau terkait gaib. Bila tidak jaga ucapan khawatir terjadi hal-hal yang kurang menyenangkan. Anda juga harus meluruskan niat kalau naik gunung untuk menikmati pemandangan dan ciptaan Allah SWT bukan karena ada tujuan lain yang negatif.

6 Buang Pembalut Sembarangan

“Jangan buang pembalut sembarangan!” imbauan keras dari Icha. Ia menegaskan agar tidak membuang pembalut sembarangan. Selalu sediakan tisu basah untuk membasuh diri selama di perjalanan.

“Pembalut sebaiknya kita bawa pulang lagi ke rumah ditaruh di kantong plastik atau ada tas kecilnya sendiri. Intinya sih jangan pernah ninggalin apapun di gunung kecuali jejak kaki biar pendakian kita juga aman, pungkas Icha sebelum menutup perbincangan. (ays/ays)

Sumber : DETIK