Sabtu 7, September 2019

THE POWER OF DREAM
“Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.
Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah
tuan dan kamu hamba-Nya” (Kolose 3:23-24).
Ia terlahir dari keluarga miskin, anak pertama dari sembilan bersaudara. Ayahnya hanya seorang tukang tambal ban,
tetapi ia mempunyai impian setinggi langit. Saat kecil, teman-temannya menertawakannya karena ia miskin dan tidak dapat
melanjutkan sekolah. Pada usia 15 tahun, tanpa pendidikan formal, ia pindah ke kota untuk mencari kerja. Pekerjaannya tidak
langsung berhubungan dengan mesin seperti yang diinginkan, namun sebagai cleaning service sambil mengasuh bayi pemilik
bengkel, sampai pemilik bengkel menemukan bakatnya yang sesungguhnya. Dia tetap bekerja di sana selama enam tahun,
sebelum kembali ke kampung halamannya untuk memulai usaha reparasi mobil dalam usia 22 tahun.
Saat dewasa, ia memulai bisnis pertamanya dan kemalangan terjadi. Pabriknya hancur karena gempa. Namun, ia bangkit.
Tidak lama kemudian, ia berhasil membangun kembali pabriknya. Namun bencana datang kembali, negaranya mengalami perang
sehingga pabriknya bangkrut untuk kedua kalinya. Ia pun berniat menjual bisnisnya kepada kompetitor, namun penawarannya
ditolak. Tidak lama kemudian, ia jatuh sakit. Selanjutnya, ia kembali memulai bisnisnya, dari barang rongsokan. Perlahan tapi pasti,
ia berhasil membangun pabriknya. Kali ini, bisnisnya sukses besar. Rongsokan, dalam tangannya, menjadi sepeda motor, mobil,
kapal, dan pesawat terbang. Impiannya sejak kecil menjadi kenyataan. Ia adalah Soichiro Honda, pendiri kerajaan Honda Motor,
seorang industrialis Jepang. Pada 1948 Honda menjadi sebuah perusahaan multinasional berharga milyaran yang memproduksi
sepeda motor terlaris di dunia. Ia bisa meraih keberhasilan berkat keuletan, kerja keras, serta filosofi yang kuat: The Power of
Dream.

Semua diawali dari impian dan tujuan hidup. Tragedi terbesar dalam kehidupan adalah ketika kita tidak lagi memiliki
impian atau tujuan hidup. Mimpi harus disertai dengan kerja keras, keuletan, dan pantang menyerah. Tidak ada kesuksesan yang
didapat dengan kemalasan. Kerja keras menimbulkan keberhasilan dan kesuksesan. [DP]