Minggu 8, September 2019

SAKIT NAMUN MEMBANGUN
“Karena itu nasihatilah seorang akan yang lain dan saling membangunlah kamu seperti yang memang kamu lakukan”.
(1 Tesalonika 5:11)
Grant Thompson yang berusia empat belas tahun baru saja mencoba bermain video game dengan teman-teman pada
hari libur sekolah. Tiba-tiba tanpa disengaja dia membuat penemuan yang mengejutkan. Fitur FaceTime Apple yang dia gunakan
untuk menghubungi temannya di grup ternyata dapat mengubah iPhone menjadi seperti layaknya sebuah perangkat penyadap. Itu
terjadi ketika secara iseng dia menggeser layar iPhone-nya maka Grant dapat mendengar semua percakapan teman grup yang
dihubunginya, padahal teman tersebut belum menjawab. Grant memberi tahu ibunya mengenai penemuan bug (celah) tersebut.
Ibu Grant, Michele Thompson kemudian mencoba mulai mengirim email, menelepon, menulis tweet dan bahkan mengirim
faks karena ingin memastikan Apple segera memperbaiki masalah sebelum jatuh ke tangan yang salah. Dia juga membuat posting
tentang masalah ini di laman Facebook dan Twitternya: “Anak remaja saya menemukan kelemahan keamanan utama di iOS baru
Apple, sehingga dia dapat mendengar percakapan di iPhone Anda tanpa persetujuan Anda. Sungguh suatu hal menakutkan!”
Atas laporan tersebut lebih dari seminggu kemudian Apple me-nonaktif-kan fitur FaceTime grup. Apple mengatakan
kepada CNN Business dalam sebuah pernyataan bahwa mereka sedang berusaha mengidentifikasi perbaikan untuk masalah ini
dan berencana untuk meluncurkan pembaharuan peranti lunaknya secepatnya. Apple memiliki program yang menawarkan imbalan
finansial untuk penemuan bug pada aplikasinya. Sesuai dengan janji tersebut maka kemudian Apple memberikan imbalan kepada
Grant sebesar $ 200.000 untuk semua kritikan dan untuk perbaikan yang dia berikan untuk Apple.
Sejalan dengan kisah di atas, ayat firman Tuhan hari ini mengingatkan kita untuk saling membangun melalui nasihat
kepada saudara seiman. Kita mau menjadi pelaku Firman Tuhan, bukan sekadar menghafalnya. Untuk setiap teguran, kita
memang tidak mendapatkan imbalan dari manusia, akan tetapi pasti DIA yang berfirman akan menghitungnya sebagai kebenaran.
[PH]