Senin 9, September 2019

HOAX
“Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang.” (Amsal
13:20)
Suatu ketika di toilet sebuah gedung perkantoran bisnis di London, secara kebetulan William Beaverbrook bertemu
dengan Edward Heath, seorang anggota baru Parlemen. Beverbrook adalah pemilik koran yang telah menerbitkan artikel yang
menghina Heath beberapa hari sebelumnya. Dengan malu dan rasa bersalah, ia berkata “Sobat, saya sudah memikirkan apa yang
telah terjadi, dan saya mengaku salah. Sekarang juga dan di sini, saya ingin meminta maaf.”
“Baiklah,” jawab Heath dengan senyum kecut, “tetapi lain kali, saya berharap Anda menghina saya di kamar mandi dan
meminta maaf di koran Anda.”
Perilaku seperti kisah di atas populer dikenal dengan istilah penyebaran ‘hoax.’ Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia,
Hoax berarti ‘berita bohong, yakni berbagai informasi yang belum tentu benar, namun dipercaya dan disebarluaskan oleh sebagian
orang. Hoax lebih banyak ditujukan untuk memfitnah atau mendiskreditkan orang, yang berujung pada ketidakpercayaan atau
keresahan publik.
Ketika Nehemia membangun kembali tembok Yerusalem, selain teknis pekerjaan ia juga harus menghadapi orang-orang
yang memusuhinya. Sanbalat dan Tobia melakukan berbagai cara untuk menghambat pembangunan itu yakni intimidasi, tawaran
relasi ‘palsu’ dan kompromi, serta rencana pembunuhan. Selain itu, dipakai juga strategi kotor seperti pencemaran nama baik
(black campaign) dengan menyebar hoax bahwa Nehemia ingin memberontak terhadap Raja Persia. Namun demikian, Nehemia
menghadapinya dengan meneguhkan hatinya kepada Allah dan meminta hikmat dari Tuhan (Neh 4:4, 14).
Sahabat NK, dalam pekerjaan dan bisnis ada hal penting yang harus dilakukan, yaitu membangun relasi. Namun kita
perlu menemukan relasi yang sehat dengan dasar sikap saling menghargai dan menghormati. Karenanya mintalah hikmat Tuhan
untuk menimbang dengan siapa kita menjalin relasi dan memohon Roh Kudus untuk menuntun kita tidak menjadi orang yang
terlibat menyebarkan hoax atau sesuatu yang tidak benar. [SM]