Bangkit dari Kegagalan

Rabu, 13 Maret 2019

 

“Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.” (1 Petrus 4:7)

Bagaimana realisasi resolusi Anda di tahun 2019 sejauh ini? Apakah sudah sesuai target? Ataukah masih jauh dari yang diharapkan? Lalu bagaimana jika ternyata realisasi resolusi tahun 2019 ataupun rencana kita dan usaha yang telah kita kerjakan mengalami kegagalan? Sudahkah kita siap menghadapi kegagalan yang kita alami?

Dalam setiap proses kehidupan kita, keberhasilan dan kegagalan dapat menjadi suatu tonggak untuk tetap kita berdiri teguh dan terus berjuang untuk menjadi lebih baik dan hidup berkenan sesuai kehendak Tuhan. Banyak orang hanya selalu berbicara mengenai keberhasilan dan kemenangan saja, sehingga tidak siap ketika menghadapi kegagalan. karena itulah, ketika mereka gagal, kegagalan tersebut terasa begitu menyakitkan. Padahal tidak semua kegagalan itu adalah mimpi buruk.

Rasul Petrus, salah satu murid Tuhan Yesus yang menyangkal Yesus sebagai gurunya, adalah sebuah contoh kegagalan. Setelah mengalami kegagalan tersebut Petrus menangis, menyesal, dan bertobat. Berbeda dengan Yudas yang mengkhianati Yesus, dia memilih untuk bunuh diri. Meskipun sama-sama gagal, Petrus memilih jalan yang lebih baik dan benar yaitu dengan pertobatan. Kegagalan Petrus bahkan menjadi suatu pelajaran besar baginya, di kemudian hari Petrus menjadi murid yang begitu berani memberitakan nama Yesus. (Kis. 2:14-36).

Dalam suratnya kepada pengikut Kristus, Rasul Petrus menekankan pentingnya suatu penguasaan diri dan menjadi tenang, karena dengan penguasaan diri dan tenang kita dimampukan untuk berdoa dengan benar, dan mengambil keputusan yang benar bahkan ketika kita jatuh dalam kegagalan ataupun sedang dalam menghadapi suatu pergumulan (1 Petrus 4:7).

Apakah kita baru saja mengalami kegagalan? Jika ya, jangan biarkan kegagalan itu melumpuhkan semangat kita untuk kembali bangkit! Kemenangan bukan hanya untuk orang hebat saja, tetapi milik setiap orang yang mau bangkit meskipun telah gagal. [YJP]