Beryukurlah, Maka Kelimpahan Ada Padamu

171123171137

“Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.”

(Filipi 4:6)

Tidak cuma di Amerika, thanksgiving yang merupakan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan untuk hasil panen juga diadakan di Indonesia. Misalnya Pacu Jawi yang berasal dari Tanah Datar, Sumatera barat, Grebeg Syawal dan Sekaten di Yogyakarta, Seren Taun di Jawa Barat, dan Festival Dewi Sri di Bali.

Di Amerika, thanksgiving diadakan setiap akhir November. Sementara untuk thanksgiving di Indonesia biasanya diadakan setiap selesai masa panen sebelum musim tanam selanjutnya tiba.

Mengucap syukur kepada Tuhan adalah bagian penting bagi kehidupan seorang Kristen. Ucapan syukur bagaikan Fondasi bagi kehidupan kita di dalam kasih Tuhan. Permintaan dan permohonan kita yang ada di dalam doa adalah salah satu bentuk kepercayaan kita. Kita bersyukur atas apa yang kita miliki saat ini, lalu meminta pertolongan Tuhan atas setiap pergumulan hidup dan agar bisa tetap setia mengikuti kehendak-Nya.

Doa-doa syukur dalam Alkitab lainnya adalah:

“Aku mau beryukur kepada TUHAN dengan segenap hatiku, aku mau menceritakan segala perbuatan-Mu yang ajaib;” (Mazmur 9:2)

“Ya Allah nenek moyangku, kupuji dan kumuliakan Engkau, sebab Engkau mengaruniakan kepadaku hikmat dan kekuatan, dan telah memberitahukan kepadaku sekarang apa yang kami mohon kepada-Mu: Engkau telah memberitahukan kepada kami hal yang dipersoalkan raja.” (Daniel 2:23)

Mengucap syukur juga merupakan cara merendahkan hati di hadirat-Nya. Suatu hari, Tuhan Yesus mendapati seseorang yang mau merendahkan hati ketika Ia menyembuhkan 10 orang yang menderita penyakit kista. Lukas 17:14-16 menuliskan

“Lalu Ia memandang mereka dan berkata: “Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam.” Dan sementara mereka di tengah jalan mereka menjadi tahir. Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring, lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu adalah seorang Samaria.”

Tuhan Yesus mencatat bahwa dalam mengucapkan syukur, kita perlu untuk merendahkan hati kita. Lalu buah dari sikap yang mau bersyukur dan merendahkan hati ada pada Lukas 17:17-19, “Lalu Yesus berkata: “Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu? Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini?” Lalu Ia berkata kepada orang itu: “Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau.”

Kita harus menjadi seperti orang yang sakit kusta tersebut, yang telah disembuhkan dan kembali kepada Tuhan untuk mengucap syukur. Saat kita merayakan sesuatu bersama keluarga dan teman-teman, mari kita merendahkan diri untuk mengingat kembali apa yang telah Tuhan berikan dalam kehidupan kita belakangan ini.

Kemudian, dengan hati yang percaya, hadapilah hari-hari kita dengan rasa syukur, karena terdapat kekuatan yang luar biasa saat kita bersyukur.

Hak Cipta © Craig von Buseck. Digunakan dengan izin.

Sumber : cbn.com