Bisa Nggak Sih Orang Kristen Minum Alkohol? Ini Dia Jawabannya…

160623151120

Banyak diantara kita yang hingga saat ini masih bingung menempatkan pemahaman serupa soal alkohol atau minuman keras dalam kehidupan orang Kristen. Alkitab bahkan seringkali menyebutkan kasus yang berkenaan dengan kebiasaan minum minuman keras ini. Agar pemahaman soal alkohol ini semakin jelas, saya akan menjabarkan beberapa catatan tentang apa kata Alkitab terkait minuman keras ini.

Kisah Yesus Mengubah Air Menjadi Anggur

Mujizat pertama yang dilakukan Yesus adalah mengubah air menjadi anggur. Saya sudah banyak mendengar pendeta yang saya hormati berusaha keras meyakinkan bahwa anggur yang dibuat Yesus tidak mengandung alkohol. Mereka menjelaskan bahwa di zaman itu penyulingan alkohol masih belum ada.

Alkitab mencatat banyak sekali orang yang mabuk karena minuman keras. Dan tentu saja sejenis alkohol sudah ada sejak dulu. Oleh karena itu, pandangan yang mengatakan anggur yang dibuat Yesus tidak mengandung alkohol tampaknya hanya karangan belaka. Saya juga tidak berpikir Yesus membuat anggur untuk mengadakan pesta atau bahkan menikmatinya. Saya pikir Dia melakukan hal itu untuk menunjukkan keilahian-Nya saja.

Segala Sesuatu Diperbolehkan, Tetapi Bukan Segala Sesuatu Berguna

Sulit mempercayai bahwa kebanyakan pendeta malah menganjurkan untuk hanya meminum alkohol secukupnya saja. Sementara mereka yang benar-benar tidak bersentuhan sama sekali dengan alkohol menganut pandangan yang cukup ekstrim dan memiliki slogan ‘Kami saleh karena kami tidak minum!

Pandangan ekstrim itu sesungguhnya terdengar begitu nyata karena alasannya sederhana bahwa jika Anda tidak minum Anda tidak akan perlu merasa khawatir dengan penyalahgunaan alkohol. Argumen itu layak dipikirkan! Meskipun pada akhirnya hal itu kemudian mengundang beragam perdebatan yang sengit dan bahkan menyebabkan perpecahan.

1 Korintus 10: 23 berkata, “Segala sesuatu diperbolehkan.” Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. “Segala sesuatu diperbolehkan.” Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun.”

John Piper berkata bahwa kita memperoleh kasih karunia dan itu adalah pilihan dan bukan hukuman. Dalam artian, Tuhan memberikan kita kehendak bebas untuk memilih mana yang baik dan yang tidak baik. Ya. Kita memang tidak perlu menghakimi orang yang suka meminum alkohol dengan cara yang angkuh. Tetapi kita harus tetap mengingatkan tentang bahaya yang ditimbulkan oleh budaya kecanduan dan penyalahgunaan alkohol ini, seperti bencana kecelakaan akibat mengemudi dalam kondisi mabuk, hidup anak remaja yang rusak akibat minuman keras dan pelecehan anak oleh orangtua yang mabuk.

Jangan Merusakkan Pekerjaan Allah Karena Makanan

Dalam Roma 14: 20 dikatakan, “Janganlah engkau merusakkan pekerjaan Allah oleh karena makanan! Segala sesuatu adalah suci, tetapi celakalah orang, jika oleh makanannya orang lain tersandung!” Mencicipi alkohol bisa membuat seseorang tersandung dalam kecanduan. Jika kehendak bebas yang diberikan Allah kepada kita nyatanya menyebabkan kita jatuh dalam dosa maka itu adalah kesalahan besar! Ini bukanlah sebuah larangan bagi orang Kristen yang menerima kasih karunia. Tetapi ini adalah sebuah pengingat agar kita jangan merusak pekerjaan Allah dengan menyalahgunakan kehendak bebas kita.

Berikut beberapa catatan yang perlu dipahami soal meminum alkohol.

1. Meminum alkohol bukanlah dosa

Saya tidak menemukan ayat Alkitab yang mendefinisikan bahwa alkohol itu adalah kejahatan. Saya sudah membaca banyak buku, artikel dan khotbah tentang alkohol dan saya tidak menemukan bahwa alkohol itu disebut sebagai kejahatan.

2. Apakah meminum alkohol adalah tindakan yang bijak?

Belum tentu. Bagi banyak orang, minum alkohol sama sekali bukanlah tindakan yang bijak. Namun kita patut mencari tahu faktor latar belakang, kedudukan dan lingkungan seseorang dalam hal ini.

3. Apakah salah jika orang Kristen minum alkohol di depan umum?

Seseorang yang meminum alkohol harus dinilai dari beragam faktor. Dalam hal ini, kita tidak berbicara tentang pemabuk. Kita berbicara tentang meminum hanya segelas bir atau anggur. Jika dengan segelas anggur seorang Kristen egois menyebabkan mantan pecandu alkohol kembali jatuh dalam hidup lamanya maka meminum alkohol dalam hal ini adalah salah. Jika seorang Kristen duduk dan makan malam bersama dengan teman-teman dan pasangannya lalu menghidangkan segelas anggur untuk dicicipi bersama dan mereka meminumnya dengan iman bahwa Tuhan mengijinkan mereka menikmatinya bukanlah dosa (baca Roma 14: 22-23).

Sumber : Disadur dari artikel Joel Engle, penulis The Exchange, The Father I Never Had