Buat Bro dan Sis, 3 Hal Ini Kamu Perlu Pelajari dari Si Gadis Muda Ester

Di usia mudanya, dia sudah diangkat sebagai Ratu di kerajaan Persia Ahasyweros. Tentu saja selain karena parasnya yang sangat cantik, dia juga adalah tipe gadis yang sangat lemah lembut. Dialah Ratu Ester.

 

Kamu bisa membaca keseluruhan kisahnya di kitab Ester.

Di sana disebuatkan kalau Ester adalah, istri dari Raja Persia Ahasyweros. Dia adalah gadis keturunan Yahudi yang dibesarkan oleh sepupunya Mordecai. Dia dikenal sebagai Hadassah sebelum akhirnya namanya diganti jadi Ester. Dia jadi ratu menggantikan istri raja bernama Vanshti dan Ester sangat dicintai sang raja.

 

Posisi Ester sebagai ratu bukanlah secara kebetulan. Mordekai melihat bahwa Ester bisa menyelamatkan bangsanya dari rencana jahat seorang pria bernama Haman.

 

Mordekai melihat bahwa Tuhan akan menyertai Ester, memilihnya untuk berdiri dan memenuhi rencana Allah atas hidupnya.

 

“Jangan kira, karena engkau di dalam istana raja, hanya engkau yang akan terluput dari antara semua orang Yahudi. Sebab sekalipun engkau pada saat ini berdiam diri saja, bagi orang Yahudi akan timbul juga pertolongan dan kelepasan dari pihak lain, dan engkau dengan kaum keluargamu akan binasa. Siapa tahu, mungkin justru untuk saat yang seperti ini engkau beroleh kedudukan sebagai ratu.” (Ester 4: 13-14)

 

Sebagai ratu, Ester pun meminta orang-orang Yahudi untuk berpuasa dengannya saat dia bekerja untuk membebaskan orang-orang Yahudi (baca Ester 4: 15; 5: 8; 7: 1; 9: 17).

 

Lewat sosok Ester, kita sebagai pria dan wanita Kristen bisa belajar tiga hal ini:

 

  1. Mencari Nasihat Bijak

Dia dibesarkan oleh Mordekai, yang adalah pelayan di dalam gerbang raja (baca Ester 2: 19). Dari Mordekai lah Ester belajar untuk mendapatkan nasihat yang baik dan memenuhi rencana hidupnya sesuai dengan kehendak Tuhan.

 

Sementara di istana itu, Ester tetap punya sahabat bernama Hegai yang merupakan sida-sida raja yang bertanggung jawab atas semua wanita istana. Ester pun mendengarkan nasihat Hegai sebelum bertemu dengan raja.

 

“Ketika Ester–anak Abihail, yakni saudara ayah Mordekhai yang mengangkat Ester sebagai anak–mendapat giliran untuk masuk menghadap raja, maka ia tidak menghendaki sesuatu apapun selain dari pada yang dianjurkan oleh Hegai, sida-sida raja, penjaga para perempuan. Maka Ester dapat menimbulkan kasih sayang pada semua orang yang melihat dia.” (Ester 2: 15)

 

 

  1. Lakukan hal yang benar tanpa rasa takut

Ester berada di posisi untuk melawan Haman.Tapi saat itu dia sedang berada diposisi yang sangat tepat untuk menghancurkan pria itu. Meskipun risikonya dia juga bisa terbunuh ketika melakukan tindakan itu.

 

Tapi Ester tahu siapa dirinya, bahkan dia akan dibunuh kalau saja dia masuk saja bukan karena dipanggil oleh raja (Ester 4: 11). Dia juga tahu, melalui kata-kata Mordekai, bahwa kalau dia tidak melakukan apa-apa maka semua orang Yahudi akan dibunuh (Ester 4: 13-14).

 

Terlepas dari ketakutannya, dia melakukan apa yang harus dilakukan. Dia mencari wajah Tuhan dan kemudian meminta kemurahan sang raja (baca Ester 4: 15; 5:3).

 

Tindakan Ester menunjukkan keberanian yang luar biasa. Demi sebangsanya, Ester melakukan yang benar dimata Tuhan.

 

 

  1. Bertindak untuk tujuan kebaikan

Dalam sejarah kitab Ester menunjukkan kepada kita bahwa musuh-musuh Tuhan harus dibasmi. Supaya umat-Nya bisa diselamatkan. Ini memberi kita kesejajaran rohani yang sangat kuat. Bahwa kita semua harus bertindak untuk tujuan menyelamatkan orang lain dari kematian.

 

Banyak dari kita orang Kristen, khususnya kaum muda, justru bersikap egois dan nggak mau tahu akan hidup orang lain. Padahal, Allah jelas-jelas menyampaikan supaya kita berjuang untuk saudara-saudara kita karena mereka adalah orang-orang yang dikasihi Tuhan (1 Timotius 2: 4).

 

Upaya Ester dan Mordekai untuk menyelamatkan orang Yahudi harus jadi inspirasi kita orang Kristen untuk mengerjakan pelayanan keselamatan semua orang.

 

Upaya mereka untuk menggagalkan rencana jahat si musuh harus memotivasi kita untuk terus berdoa dan mengobarkan peperangan rohani dami kebaikan umat Kristen dan semua orang di seluruh dunia.

 

Kita semua harus berusaha untuk mengikuti Kristus, memberitakan Injil keselamatan bagi semua orang dari lumpur dosa dan kematian kekal.

 

 

Sumber : Christiantoday.com/Jawaban.com