Archives for Renungan Harian

Minggu, 24 Februari 2019

  SEMUA JUGA MENYOGOK “Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.” (Roma 12:1) Apakah anda memiliki Surat Ijin Mengemudi (SIM)? Jika ya, apakah Anda mendapatkannya dengan cara yang benar, atau dengan menyogok? Cukup dijawab di dalam hati… Mungkin sekarang sudah lebih baik, tetapi di jaman saya umur 17 tahun, ketika akan membuat SIM, menyogok/menyuap adalah hal yang lumrah dilakukan. Bahkan bisa dikatakan saat itu jika anda tidak menyogok kemungkinannya sangat kecil untuk anda dapat memiliki SIM. Ketika saya
Continue

Sabtu, 23 Februari 2019

  TIDAK SALAH ALAMAT “Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku (TUHAN) tidak akan melupakan engkau.”(Yesaya 49:15) Anak ini dilahirkan dalam suatu keluarga yang penuh dengan permusuhan. Ibunya adalah seorang perempuan yang tidak baik (Pelakor), sehingga ketika istri sah bapaknya punya anak, maka dia diperlakukan tidak adil. Dia diperlakukan kasar dan akhirnya dia diusir dari rumah. Anak ini bergaul dengan para penjahat, hidupnya hancur-hancuran. Baginya tidak ada harapan yang jelas. Gambar dirinya rusak karena tidak ada yang bisa menjadi teladan baginya. Figur bapak yang bertanggung jawab, mendidik dan mengayomi tidak dia
Continue

Jumat, 22 Februari 2019

  Bukan Kasih Palsu! “Dalam takut akan TUHAN ada ketenteraman yang besar, bahkan ada perlindungan bagi anak-anak-Nya”. (Amsal 14:26) Seorang ayah yang berprofesi sebagai tukang sapu di Tiongkok, telah melakukan pengorbanan yang luar biasa bagi anaknya. Sang ayah rela hanya makan mie instan selama 7 tahun demi menghemat uang agar bisa mewujudkan mimpi anaknya menjadi pesenam, putrinya itu kini berusia 11 tahun itu. Pak Hou begitu menyayangi putrinya itu dan terus memberikan yang terbaik. Saat putrinya berkata sangat menyukai olahraga senam, Pak Hou segera memasukkannya ke Institut Pendidikan Jasmani Wuhan meskipun dia harus super hemat dengan hanya makan mie dan
Continue

Kamis, 21 Februari 2019

KASIH Judson UNTUK BURMA   “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku”. (Filipi 4:13) Adoniram Judson memasuki Burma pada Juli 1813. Keadaan Burma saat itu merupakan tempat yang berbahaya dan sepenuhnya tempat yang tak terjangkau oleh orang luar. William Carey pernah menasihati Judson untuk tidak pergi ke Burma, sebab Burma adalah negara yang terpencil dan tertutup. Nyawa orang yang masuk ke negara itu tidak terjamin, penuh dengan peperangan, pemberontakan, dan diskriminasi. Judson tetap memegang teguh keyakinannya dan bersandar kepada Allah. Umur 24 tahun dia melakukan perjalanan ke Burma bersama istrinya, Ann yang berumur 23 tahun. Sepasang
Continue

Rabu, 20 Februari 2019

  Memiliki Hati Bijaksana “Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati bijaksana.” (Mazmur 90:12) Memperingati hari kelahiran tentu menjadi moment yang paling ditunggu-tunggu. Banyak cara yang digunakan oleh banyak orang dalam merayakan hari yang paling istimewa. Ada yang mengadakan makan bersama dengan teman, dan anggota keluarga. Ada juga yang hanya sebatas mengucapkan selamat melalui media sosial atau berjabat tangan dengan orang yang merayakan. Suasana haru, dan sukacita terjadi ketika Saya merayakan hari kelahiran. Saat akan memasuki ruang kelas, anak-anak sudah mempersiapkan sebuah kejutan buat Saya. Ketika pintu dibuka, semua siswa menyanyikan lagu selamat ulang tahun, dilanjutkan dengan
Continue

Selasa, 19 Februari 2019

  Teladan Ayah Sebab itu Aku berkata kepadamu: “Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih.”” (Lukas 7:47) Hari ini adalah hari ulang tahun ayah saya. Tapi saya tidak dapat mengucapkan selamat ulang tahun kepadanya. Hampir 11 tahun yang lalu, ayah saya dipanggil pulang oleh Bapa di surga. Sebelum meninggal, ayah menyampaikan beberapa pesan terakhir yang menyiratkan tanda kepergiannya. Hal yang paling saya ingat dari ayah adalah kebaikannya. Ia adalah pribadi yang sabar walaupun pernah marah selama beberapa kali di sepanjang hidup saya. Tapi secara umum,
Continue

Senin, 18 Februari 2019

  SENGATNYA SUDAH HILANG “Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?” (1 Korintus 15:55) Seorang bocah lelaki dan ayahnya sedang dalam perjalanan mengendarai mobil di jalan pedesaan pada suatu sore musim semi yang indah. Tiba-tiba entah dari mana seekor lebah terbang masuk ke dalam mobil dan berkeriapan di jendela. Karena bocah lelaki itu sangat alergi terhadap sengatan lebah, dia menjadi ketakutan. Ayahnya segera mengulurkan tangan ke kaca jendela, meraih lebah itu, menggenggam di tangannya dan kemudian melepaskannya. Tetapi begitu dia melepaskannya, putranya kembali menjadi panik karena dengungan lebah di sekitar bocah kecil itu. Sang ayah yang merasakan
Continue

Minggu, 17 Februari 2019

  Kasih Sepanjang Waktu “Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.” (Roma 5 : 5) Dalam kehidupan keluarga, ada kalanya sesama anggota keluarga bertengkar atau berbeda pendapat, tetapi itu tidak berarti bahwa mereka tidak lagi saling mengasihi. Misalnya, meskipun dalam keadaan jengkel, saya tetap menyiapkan makan malam untuk anak-anak dan suami saya. Perasaan jengkel saya tidak menghentikan kasih saya bagi mereka. Atau ketika anak-anak melakukan kesalahan dan mendapat hukuman, saya memberi mereka hukuman bukan karena saya membenci anak-anak saya. Mungkin saja anak-anak saya saat menjalani hukuman
Continue

Selasa, 19 Februari 2019

  Teladan Ayah Sebab itu Aku berkata kepadamu: “Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih.”” (Lukas 7:47) Hari ini adalah hari ulang tahun ayah saya. Tapi saya tidak dapat mengucapkan selamat ulang tahun kepadanya. Hampir 11 tahun yang lalu, ayah saya dipanggil pulang oleh Bapa di surga. Sebelum meninggal, ayah menyampaikan beberapa pesan terakhir yang menyiratkan tanda kepergiannya. Hal yang paling saya ingat dari ayah adalah kebaikannya. Ia adalah pribadi yang sabar walaupun pernah marah selama beberapa kali di sepanjang hidup saya. Tapi secara umum,
Continue

Sabtu, 16 Februari 2019

  HADIRAT-NYA MENGUDUSKAN “Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya.”  (Mazmur 27:4) Hidup kudus adalah syarat utama untuk menikmati hadirat Tuhan.  Sebab tanpa kekudusan tidak ada seorangpun yang dapat melihat Tuhan. Kekudusan tidak bisa dipisahkan oleh hadirat Allah. Sebab di mana ada hadirat Tuhan di situ pasti ada kekudusan. Dan adalah mutlak bagi orang percaya berjalan dalam kekudusan setiap hari. Kalau hidup kita tidak kudus atau ada dosa yang masih belum dibereskan, kita tidak akan mampu bertahan di dalam hadirat Tuhan.  J Dunia ini penuh dengan
Continue