Ditanyai Anak “Apakah Bahagia Selama Menikah?” Sang Ibu Sampaikan Jawaban Ini

170315133342

Seorang anak mengaku sangat terbuka kepada kedua orang tuanya soal hubungan asmara yang dijalaninya. Dia merasa orang tuanya adalah contoh pasangan teladan karena tetap hidup bahagia setelah menikah selama 25 tahun. Sang anak pun ingin sekali mengalami hal yang sama di kehidupannya kelak.

Tanpa ragu-ragu sang anakpun mulai melontarkan pertanyaan kepada sang ibu. “Jadi aku bertanya kepada ibu: “Bu, apakah kamu sekarang lebih bahagia dibanding dengan waktu pertama kali kalian menikah? Atau apakah ibu lebih bahagia sekarang?”

Lalu sang ibu menjawab dengan penuh pertimbangan sembari menghela napas panjang. “Kau tahu, pernikahan itu seperti sungai. Saat pertama kali hal itu berjalan, hubungan itu terasa begitu rumit. Ada begitu banyak bebatuan dan turbulensi. Kita harus memegang erat arung yang membentang. Tapi hal itu sangat menarik,” terangnya sembari menghembuskan nafas kembali dan diam sejenak.

“Saat awal pernikahanku dengan ayahmu, aku suka sekali dengan segala petualangan baru ini. Ada begitu banyak penemuan. Ttetapi karena kamu tetap harus menyusuri sungai, kita semakin masuk lebih dalam, dan arus mengalir lebih lancar dan lebih kuat. Aku harus bilang kalau aku sangat menyukai pernikahanku sekarang jauh dimana aku sudah berlayar ke tempat yang lebih dalam.”

Dengan segala kejujurannya, sang ibu mengaku menikmati perjalanan rumah tangga yang sudah dilaluinya itu. Semakin lama pernikahan berlangsung semakin besar pula tantangan yang akan dihadapi oleh pasangan menikah. Tapi untuk bisa melewati semua rintangan itu, kedua belah pihak harusnya tidak mudah menyerah.

Banyak pasangan yang mungkin mudah menyerah saat menghadapi saat-saat sulit, tapi saat mereka sama-sama memegang komitmen untuk membangun rumah tangga, maka rasa cinta dan pengertian diantara keduanya akan semakin besar. Pernikahan adalah guru yang paling baik dalam mengajarkan kita tentang mengenali diri sendiri.

Sebagai orang Kristen, kita tentu tahu soal janji suci yang paling terkenal saat sepasang suami istri dipersatukan dalam pernikahan suci, bahwa ‘suami dan istri harus saling mendukung dalam suka maupun duka, dalam bahagia maupun sedih, dan dalam sehat ataupun sakit’. Komitmen inilah yang membuat sebuah pernikahan berhasil dan bahagia. Sebagai ayat penutup mari merenungkan kembali ayat ini: “”Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh. Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya…” (Efesus 5: 22-23; 25)

Sumber : Lifehack.org/jawaban.com