Fakta Unik dari Pangkalan Udara Suriah yang Digempur AS

c578ddd7-590b-42ea-9838-3d50ea590e33_169

Amerika Serikat (AS) menyerang Pangkalan Udara Suriah Al-Shayrat sebagai reaksi atas serangan senjata kimia Sarin yang menewaskan 72 orang di Kota Khan Sheikhun. Al-Shayrat merupakan salah satu pangkalan udara terbesar dan aktif milik Suriah.

Sebanyak 59 rudal Tomahawk diluncurkan AS untuk menggempur pangkalan udara itu Jumat (7/4) dini hari sekitar pukul 03.45 waktu setempat. Serangan itu diklaim Suriah menewaskan sembilan warga sipil dan menghancurkan sembilan pesawat militer Suriah. Walau demikian hanya sebagian bagian dari pangkalan udara itu mengalami kerusakan.

Dilansir dari telegraph.co.uk, Sabtu (8/4/2017), pangkalan udara itu telah melayani misi melawan pemberontak di Homs, dan juga Palmyra saat pasukan pemerintah melawan ISIS dan Levant (Isil). Pada 2013 pangkalan udara itu pernah digunakan untuk menyimpan senjata kimia namun tidak ada yang menjadi target serangan.

Pangkalan udara itu dipercaya menjadi tempat penyimpanan gas sarin di salah satu gudangnya. Tak hanya itu salah seorang mantan pilot menyebut pangkalan udara itu bisa memuat 45 pesawat tempur. Jika seluruh pesawat itu diserang rudal akan berpengaruh pada kekuatan militer Suriah.

Sementara itu dilansir dari theatlantic.com, rupanya bukan hanya Suriah yang menggunakan Al-Shayrat sebagai pangkalan militer. Sejak akhir 2015 militer Rusia ikut campur dalam perang sipil Suriah memerangi ISIS.

Rusia juga diketahui ‘memperkuat’ pangkalan udara dengan menambah landasan pacu sebelum mulai beroperasi di sana. Observatorium Hak Asasi Manusia di Suriah mengatakan selama perang berlangsung, setidaknya setahun berikutnya Rusia masih memperluas pangkalan udara itu yang digunakan sebagai pesawat tempur dalam operasi ISIS di kota Palmyra.

Kelompok pemantau itu juga mengatakan baru saja bulan lalu, Rusia mengirimkan sebuah helikopter perang.

Rusia sendiri punya kepentingan untuk menjaga Pelabuhan Tartous, Suriah. Pasalnya, Tartous merupakan pusat pangkalan Mediterania Rusia untuk armada di Laut Hitam.

Aset Rusia di Al-Shayrat berhasil terhindar dari serangan 23 rudal AS. Tak satu pun pesawat tempur milik Rusia ada di pangkalan udara (Al Shayrat) saat serangan berlangsung. Bahkan Pentagon sendiri menginformasikan kepada militer Rusia tentang peluncuran misil ini.

“Dengan banyaknya Tomahawk yang diluncurkan, kami tidak ingin menyerang pesawat-pesawat Rusia,” menurut pernyataan resmi pemerintah Amerika Serikat, Jumat (7/4).

Juru bicara Pentagon Kapten Jeff Davis mengatakan bahwa Amerika sudah melakukan perhitungan ekstra untuk menghindari korban sipil dan meminimalisir jatuhnya korban personel di pangkalan. Ini jelas mengindikasikan Amerika cukup menghindari konflik dengan Rusia untuk saat ini.

Meski demikian, media Pemerintah Suriah, SANA, ada sembilan orang yang tewas dalam serangan misil Amerika. Korban termasuk 4 orang anak, dan merupakan penduduk desa yang tinggal di sekitar pangkalan Al Shayrat.

(ams/try)

Sumber : Detik