Hey Pemalas, Ini Dia Apa yang Tuhan Bilang Tentangmu

171221160528

Sebuah kebiasaan dapat mengubahkan pribadi kita. Pernahkah mendengar kalau ingin menjadi seekor naga, kita harus berkumpul dengan naga-naga tersebut? Hal ini bukan karena nantinya akan langsung menjadi naga, melainkan karena kita akan terbiasa dengan kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan naga tersebut.

Pernah juga mendengar kata ‘witing tersno jalaran soko kulino’? Istilah berbahasa Jawa ini artinya cinta bisa karena terbiasa. Bahkan perasaan pun bisa diubah jika kita sudah terbiasa dengan sesuatu. Bukankan hal ini adalah hal yang mengagumkan?

Kalau saya ingat-ingat, pekerjaan membuat saya hafal dimana letak huruf-huruf yang ada dalam keyboard tanpa harus melihatnya. Kalau disuruh menyebutkan huruf apa yang ada di keyboard pun saya tidak hafal. Hanya saja tangan saya terasa bergerak sendiri ketika saya harus bekerja.

Kebiasaan membuat saya bisa mengetik dengan cepat. Padahal hafal letak abjadnya saja tidak. Bukankah hal ini aneh? Sama halnya dengan jempol kita yang kini seakan punya mata sendiri untuk membalas pesan atau chatting yang kita terima pada smartphone.

Kebiasaan sederhana membuat kita bisa melakukan sesuatu yang mengagumkan. Alangkah hebatnya jika terbiasa untuk melakukan kebiasaan yang baik. Agar menjadi seorang yang sukses, diperlukan kebiasaan-kebiasan yang bisa mendukung semua itu.

Pernahkah kita mendengar cerita orang sukses yang kerjanya hanya malas-malasan? Tentu tidak. Kesuksesan yang mereka dapatkan berasal dari kebiasaan yang sering dilakukan. Kebiasaan tersebut misalnya adalah membiasakan diri untuk disiplin, berkata-kata positif, tidak mudah menyerah dan lain sebagainya.

Sementara kebiasaan buruk bisa menjadi batu sandungan buat kita meraih kesuksesan. Bahkan dalam Amsal 18:9, “Orang yang bermalas-malas dalam pekerjaannya sudah menjadi saudara dari si perusak.” Tuhan memberikan kita banyak peluang dalam kehidupan ini. Sekarang, tergantung dari kita yang menjalaninya.

Tuhan mau kita menjadi pribadi yang bijak. Termasuk dalam hal menghabiskan waktu. Bermalas-malasan tidak akan membawa kita kemana pun. Sebaliknya, jika kita menjadi pribadi yang rajin dan selalu mengandalkan Tuhan, maka berkat yang melimpah akan ada dalam kita.

kemalasan adalah sebuah gaya hidup, karenanya pastikan kalau kita bukanlah salah satu yang memiliki gaya hidup tersebut. Terlebih sebagai seorang Kristen, kita diminta untuk memberi. Bukan memberi untuk menerima, tetapi memberi untuk memberi.

Hal ini ada tertulis dalam Kisah Para Rasul 20:34-35, “Kamu sendiri tahu, bahwa dengan tanganku sendiri aku telah bekerja untuk memenuhi keperluanku dan keperluan kawan-kawan seperjalananku. Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: ‘Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima.”

Tentu saja, kita tidak akan bisa memberi jika kita tidak memiliki apa pun. Karenanya, mulai sekarang kita harus membiasakan diri kita dengan kebiasaan-kebiasan baik yang dapat membawa kita kepada kesuksesan agar kita bisa menjadi berkat bagi orang lain.

Sumber : jawaban.com