Hindari Makanan Ini Agar Kulit Bebas Jerawat

1041248shutterstock-115461271780x390

Apa yang kita makan memang berpengaruh pada kondisi kulit. Ini bukan sekadar mitos, tapi sudah dibuktikan lewat penelitian. Misalnya saja tentang jenis makanan yang dapat memicu timbulnya jerawat.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics mencari tahu apa saja makanan yang menjadi penyebab timbulnya jerawat di wajah. Para ahli melibatkan dua kelompok yang masing-masing terdiri dari 32 orang.

Satu kelompok memiliki kulit yang bersih, yang lainnya memiliki jerawat sedang sampai parah. Masing-masing kelompok diminta untuk mengisi buku diari makanan selama lima hari dan dites darah.

Sekitar 61 persen responden percaya bahwa makanan yang mereka konsumsi mempengaruhi kulit mereka, dan itu benar. Penyebab kulit wajah berjerawat rupanya bukan hanya berasal dari makanan berminyak. Justru, peserta yang jerawatnya parah justru mereka yang pola makannya tinggi karbohidrat dan makanan kadar glikemik tinggi.

Indeks glikemik makanan ditentukan oleh seberapa cepat gula darah seseorang naik setelah makanan tersebut dikonsumsi.

Beberapa makanan dengan kandungan glikemik tinggi dan kandungan karbohidrat tinggi terdiri antara lain nasi putih, kentang panggang, spagheti, kue-kue manis, dan roti putih. Makanan dengan kadar glikemik rendah meliputi buah dengan kadar serat tinggi, kacang merah, kacang mete, dan serelia utuh.

Para peneliti berteori bahwa faktor makanan memainkan peran yang besar karena merangsang produksi insulin yang berlebihan. Hal ini meningkatkan konsentrasi hormon yang dikenal sebagai faktor pertumbuhan insulin, menyebabkan hormon androgen dilepaskan, yang kemudian mendorong kulit Anda untuk menghasilkan lebih banyak minyak. Setelah proses yang tak terhitung jumlahnya, akhirnya timbullah jerawat.

Namun, itu bukan berarti tidak boleh mengkonsumi makanan yang mengandung karbohidrat lagi. Anda hanya perlu mengurangi jumlah konsumsinya. Jika kondisi kulit menjadi semakin serius, konsultasikanlah dengan dokter ahli.

Penulis : Iwan Supriyatna
Editor : Lusia Kus Anna
Sumber : Readers Digest