• Gereja Bethel Indonesia

    Gembala Pembina : Pdt. Julius Ishak, Msc.,D.D

    Gembala Sidang: Pdt. Rubin Adi Abraham, Ph. D

    Sekretariat: Jl. Mekar Laksana No. 8, Bandung 

    Telp: 022-5225786 Fax: 022-5225787

Renungan Okt

Bahan Komsel Okt

We have 411 guests and no members online

Pengunjung

Today3580
Yesterday3527
This week18714
This month67046
Total6037187

Visitor IP : 180.76.6.233 Visitor Info : Unknown - Unknown Saturday, 25 October 2014 22:54

Pengunjung yang Online

Guests : 394 guests online Members : No members online
Powered by CoalaWeb

Sunds Zone

PERGAULAN MUDA-MUDI KRISTEN

PERGAULAN MUDA-MUDI KRISTEN

(Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham)

 

 

A.  PERGAULAN UMUM

 

Manusia diciptakan bukan saja sebagai makhluk individu, tetapi juga sebagai makhluk sosial (Kejadian 2:18; 3:8). Artinya manusia tidak dapat hidup sendiri, tetapi harus juga bergaul satu dengan yang lain. Pergaulan juga merupakan alat sosialisasi bagi manusia, yang melaluinya kita dipersiapkan untuk hidup bermasyarakat. Ternyata, hubungan antar manusia (human relation) ini sangat menentukan keberhasilan dalam kehidupan seseorang, baik dalam bidang pekerjaan maupun dalam hidup berumahtangga. Karena itu penting sekali kita mempelajari seni bergaul yang baik.


Ada beberapa pedoman yang perlu diperhatikan agar kita dapat bergaul dengan baik di tengah-tengah masyarakat, yaitu :

1.      Tinggalkan persoalan sendiri dan pikirkan hal yang menarik perhatian orang.

2.      Manfaatkan kebaikan dan abaikan kelemahan orang lain.

3.      Kembangkan sikap sopan santun dan keramahtamahan.

4.      Belajarlah mengingat nama orang lain (terutama yang telah kita kenal atau temui).

5.      Biasakan senang mengucapkan terima kasih dan permohonan maaf.

6.      Belajarlah untuk memuji dan memberi penghargaan kepada orang lain dengan tulus.

7.      Berilah kesempatan dan dorongan agar orang lain mau bicara.

8.      Ucapkanlah kata-kata yang tepat, berguna dan bijaksana.

9.      Milikilah kejujuran dan ketulusan hati.

10   Selalu memohon kepada Tuhan untuk membentuk hidup kita lebih baik.

 

 

B.  PERGAULAN KHUSUS : KENCAN

 

Pergaulan khusus antar lawan jenis terbagi atas kencan, pertunangan dan pernikahan. Namun yang akan dibahas di sini adalah masalah berkencan. Istilah kencan biasanya berkaitan dengan pengertian seorang pria dan seorang wanita yang belum menikah, mengadakan janji untuk bertemu dan pergi bersama.

 

Hubungan kencan ini dapat dibagi dalam :

 

1.     Kencan Biasa

Dalam bentuk kencan ini biasanya seorang pria belum mempunyai perasaan khusus terhadap seoran wanita, demikian pula sebaliknya. Walaupun akhirnya karena sering bertemu, pergi bersama, bisa saja hubungan ini mengarah pada pacaran. Bentuk kencan ini bisa berupa belajar bersama, mengikuti aktivitas gereja atau sekolah bersama, dsb.

Pada tahap ini teman kencan belum dibatasi dan biasanya sama sekali belum memikirkan atau membicarakan kemungkinan hidup bersama.

 

2.     Kencan Khusus

Pada bagian ini biasanya mulai ada perasaan tertentu dari kedua belah pihak, walaupun kata-kata cinta belum benar-benar terungkap. Salah satu contohnya, kalau dia belum datang (di sekolah, di gereja atau di tempat lain), jantung berdebar-debar bila ada tanda-tanda si dia, dsb. Pada tahap ini teman kencan mulai dibatasi.

 

3.     Kencan Tetap atau Pacaran

Dalam tahap ini kedua pihak sudah saling menyatakan perasaan hatinya sehingga masing-masing mulai belajar lebih mengenai satu dengan yang lain secara lebih mendalam. Kemungkinan untuk hidup bersama sudah mulai dibicarakan. Dan teman kencan dibatasi hanya pada satu orang saja.

 

Kapan sebaiknya seorang mulai berpacaran ?

Bila sudah dewasa dan siap untuk menikah. Dianjurkan untuk tidak berpacaran pada masa remaja atau pubertas, karena pada masa tersebut seorang masih belum stabil (lebih mudah berubah), sehingga belum dapat membedakan cinta sejati (yang berisi pengabdian, pengertian dan tanggungjawab), dan cinta monyet (masih meletup-letup dan mudah berubah).

 

 

C.  MEMILIH TEMAN HIDUP

 

Mendapatkan teman hidup yang sesuai dengan kehendak Allah adalah hal yang sangat penting, karena dalam iman Kristen tidak boleh ada perceraian (Mat 19:6).

Cara yang keliru yang harus dihindari misalnya :

1.      Menggunakan pelet atau guna-guna

2.      Sistem tunjuk Alkitab secar acak/menggunakan Alkitab sebagai buku nujum

3.      Minta tanda-tanda secara magis, seperti horoscope dsb

4.      Tidak menggunakan standar Alkitabiah, seperti memilih berdasarkan keinginan mata (Ams 31: 30), atau karena daya tarik materi.

 

Ada beberapa pedoman yang  perlu diperhatikan dalam berkencan yang mengarah kepada pernikahan, yaitu :

 

1.     APAKAH KITA SEPADAN ?

a.   Dalam iman.  Carilah orang yang sudah lahir baru (II Kor 6:14).

b.      Dalam segi fisik.  Sebaiknya pria lebih tua sekitar 4 tahun.

c.       Dalam pendidikan. Bila ternyata tingkat pendidikan terlampau jauh berbeda, maka biasanya akan menimbulkan masalah khususnya didalam hal berkomunikasi. Dianjurkan bagi yang masih belajar untuk menyelesaikannya terlebih dahulu dengan baik (Ams. 24:27;  Kid. 3:5)

d.      Dalam segi sosial.  Perbedaan status sosial, tingkat ekonomi, adat kebiasaan, suku atau bangsa perlu menjadi pertimbangan, sebab hal ini sangat berpotensi untuk menimbulkan masalah yang memerlukan banyak waktu untuk beradaptasi satu dengan yang lain.

 

Untuk menentukan apakah kita sudah menemukan pasangan yang sepdan dibutuhkan waktu. Cinta sejati tahan terhadap ujian waktu. Cinta sejati tidak memudar, bahkan makin bertumbuh seiring dengan berlalunya waktu.

 

2.     APAKAH ORANG TUA SETUJU ?

Efesus 6:1–3 memerintahkan kita agar taat dan hormat terhadap orang tua. Banyak kita orang-orang muda sering menganggap orang tua sebagai penghalang bagi keinginan hati kita, padahal Allah seringkali menyatakan kehendakNya melalui orang tua kita (yang seiman). Biasanya orang tua memiliki pandangan yang lebih realistis dibandingkan dengan kita anak-anak muda, apalagi yang sedang jatuh cinta. Jadi restu orang tua sangat penting bagi kebahagiaan hidup rumah tangga kita.

 

3.     APAKAH KITA BERSIH SECARA MORAL ?

Kita harus senantiasa hidup menyenangkan dan memuliakan Tuhan (II Kor. 5:9). Masa pacaran jangan digunakan untuk melampiaskan nafsu berahi, namun untuk saling mengenal pribadi satu dengan yang lain lebih mendalam. Karena itu hindarilah percumbuan, tempat-tempat sepi dan gelap, dan hal-hal yang dapat menimbulkan nafsu berahi (misalnya: nonton blue film, menggunakan pakaian yang merangsang, dll). Sebaiknya isilah waktu pacaran dengan kegiatan yang positif seperti : berolahraga, belajar bersama, mengikuti kegiatan gereja, dsb.

 

 

D. ETIKA YANG HARUS DIPERHATIKAN SELAMA BERPACARAN

 

1.      Tunjukkan sikap saling menghormati. Jangan biasakan meraba-raba.

2.      Pilih waktu dan tempat yang tepat dan layak untuk berpacaran

3.      Hindari kebiasaan yang dapat menimbulkan berahi. Contoh: berciuman. Karena biasanya ciuman akan menimbulkan nafsu berahi.

4.      Jangan bertamu (wakuncar) sampai larut malam (terlalu lama).

5.      Hormati orang tuanya (cara berbicara dan bertingkah laku).

6.      Jangan terlalu demonstratif dalam berpacaran.

7.      Berpikirlah selalu dengan pikiran yang bersih dan memuliakan Tuhan.

 

 

 

E.      ALASAN UNTUK MENGHINDARI HUBUNGAN SEKS PRA-NIKAH

 

1.      Alkitab memandang hubungan seks itu baik hanya dalam konteks pernikahan (Kej 1:27-28). Karena itu perlu sekali untuk menjaga kesucian (Ibrani 13:4) selama berpacaran.

2.      Ada resiko hamil di luar nikah.

3.      Mengakibatkan rasa bersalah yang mendalam

4.      Menimbulkan ketidakpercayaan, ketakutan dan kecurigaan, bahkan dapat menimbulkan perasaan benci (II Sam 13:15) – Kasus Amnon dan Tamar.

5.      Merusak malam pertama pernikahan.

6.      Mengakibatkan hal-hal yang negatif secara rohani, yakni:

§  Kedamaian dalam jiwa menjadi pudar (I Pet 2:11).

§  Hubungan persekutuan dengan Tuhan akan terganggu, sehingga kita seperti kehilangan gairah untuk hal-hal yang rohani (Yes 59:2 ; Yoh 3:20).

§  Kegunaan kita bagi Tuhan akan berkurang (II Tim 2:21).

§  Mengundang hukuman Allah.

 

Perhatikan proses jatuh ke dalam dosa seks pra nikah:

Selalu bersama-sama -> berpegangan tangan -> berpelukan -> berciuman  -> berciuman yang lama (bibir) -> mulai berahi -> mulai meraba -> saling terangsang -> percumbuan ringan -> percumbuan berat -> saling memainkan organ seks -> hubungan seks.

 

Jadi hindarilah tindakan-tindakan seksual pada taraf yang paling dini, agar kita tidak “hangus terbakar”. Sebaliknya milikilah hubungan pergaulan muda-mudi yang sehat yang berdasarkan Firman Tuhan.

 

 

Podcast Feed

Selipan

You are here: