• Gereja Bethel Indonesia

    Gembala Pembina : Pdt. Julius Ishak, Msc.,D.D

    Gembala Sidang: Pdt. Rubin Adi Abraham, Ph. D

    Sekretariat: Jl. Mekar Laksana No. 8, Bandung 

    Telp: 022-5225786 Fax: 022-5225787

Renungan Ags

Bahan Komsel Ags

We have 229 guests and 3 members online

Pengunjung

Today753
Yesterday2205
This week2958
This month2958
Total5906264

Visitor IP : 180.76.6.60 Visitor Info : Unknown - Unknown Tuesday, 02 September 2014 08:42

Pengunjung yang Online

Guests : 239 guests online Members : 3 members online
Powered by CoalaWeb

Sunds Zone

Arti mendidik

mendidik3Ahli pikir yang pertama,  Rufus Jones, seorang quaker (kumpulan orang Kristen yang anti perang dan anti sumpah) , mengisahkan sebuah pengalaman pada masa mudanya. Kejadian itu dilihatnya sepele, namun untuk Refus Jones, kejadian ini merupakan kemungkinanterbesar menjadi titik balik dalam hidupnya yang akhirnya menjadikan dirinya sebagai seorang yang besar.

Pada suatu hari, orang tua meminta agar hari itu ia berbeda di rumah dan menyiang tanaman lobak cina selagi mereka tidak sedang berpergian. Ia baru saja mulai tugasnya, tak kala beberapa teman datang  dan mendesakannya untuk pergi memancing bersama mereka. Mereka berjanji akan menolong Jones menyelesaikan tangannya sepulang dari memancing.

Namun sepertiny biasanya, mereka lupa akan jalannya waktu, karena mereka sedang mendapatkan ikan banyak! Ketika Refus yang masih muda itu pulang ke rumah pada saat mataharu sudah mulai gelap, ibunya sedang menantinya. Dengan diam, ia menuntut anaknya masuk ke dalam kamarnya. Refus Jones sadar bahwa ia layak menerima hukuman, karena ia tidak mencari alasan untuk mencoba membenarkan dirinya.  Namun, kemudian sesuatu yang wajib terjadi,” tulisnya. “ Ibu mendukakan aku dengan kursi, berlutut menempatkan tanganku dalam genggaman dan menceritakan  kepada Tuhan segala sesuatu mengenai driku. Ia menceritakan cita-cita dan impiannya tentang manusia yang ia inginkan dari diriku. Ia membayangkan anaknya akan menjadi seseorang yang dewasa yang dalam arti dan sebenarnay sesuai dengan harapannya.   Ia mengatakan betapa besar harapan-Nya terhadap aku,  bahwa aku ini telah mengecewakan harapannya.” O, Tuhan “ doanya “ tolong ambillah anak ini dan jadikanlah ia seorang dewasa sesuai dengan rencana-Mu,” kemudian ia menciumku,  pergi meninggalkan kamar dan membiarkan aku seorang  diri dalam keheningan bersama dengan Tuhan.

“Didiklah anakmu, maka ia akan memberikan ketentraman kepadamu, dan mendatangkan sukacita kepadamu.”  (Amsal 29 : 17).

 

Podcast Feed

Selipan

You are here: