| Rabu, 7 Juli 2010 |
|
|
|
| Written by Stevie |
| Thursday, 01 July 2010 11:30 |
|
MARI BICARA “Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.” (Amsal 18:21)
Saya seringkali merasa geli saat mendengar seorang pria berkata kepada istrinya: “Itu bukan urusan kamu!” dan tidak kalah menarik saat seorang istri yang menjawab pertanyaan suaminya: “Pikir saja sendiri kenapa!” Perkataan yang menggelikan tersebut seringkali menjadi pemicu dari pertengkaran hebat di dalam keluarga. Penyebab munculnya perkataan-perkataan seperti itu biasanya adalah saat salah satu pihak merasa memiliki kepentingan dan ingin dimengerti dan di responi dengan benar oleh pihak lainnya. Namun apa yang seringkali terjadi adalah pihak yang berkepetingan tersebut justru gagal untuk menyampaikan maksud dan keinginannya karena terlanjur dikuasai oleh emosi negatif terhadap pihak lainnya. Dan ini justru menandakan ketidakdewasaan kita dalam pengendalian diri dan dalam hal kemampuan untuk berkomunikasi dengan efektif. Sahabat NK, seorang yang dewasa akan mampu untuk mengendalikan dirinya, dan tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh emosi-emosi negatif seperti kemarahan, kegeraman, iri hati, rasa tidak aman, ketakutan, kekecewaan, mementingkan diri sendiri dan emosi yang merusak lainnya. Seorang yang dewasa juga adalah seseorang yang telah belajar bagaimana untuk menyampaikan maksud dan keinginan hatinya maupun apa yang ada dalam pikirannya secara jelas dan efektif sehingga tidak memberikan kesempatan untuk timbulnya salah pengertian. Ia tidak menggunakan bentuk komunikasi yang menyerang, melainkan perkataannya membawa keteduhan, kejelasan, dan kebijaksanaan yang dari Tuhan. Jadi, saat benih konflik datang, mari tenangkan hati dan mari bicara. Biarkan Firman Tuhan yang akan menolong dan menuntun kita. [WT] |