• Gereja Bethel Indonesia

    Gembala Pembina : Pdt. Julius Ishak, Msc.,D.D

    Gembala Sidang: Pdt. Rubin Adi Abraham, Ph. D

    Sekretariat: jl. Mekarlaksana No 8, Bandung 

    Telp: 022-5225786 Fax: 022-5225787

  • DUKUNG DAN DOAKAN

     

     

    PEMBANGUNAN

    GBI MEKARWANGI


Renungan Mei

Bahan Komsel Mei

Pengunjung

Today3048
Yesterday5110
This week3048
This month66036
Total3556036

Visitor IP : 54.224.75.101 Visitor Info : Unknown - Unknown Monday, 20 May 2013 14:42

Pengunjung yang Online

Guests : 1017 guests online Members : No members online
Powered by CoalaWeb

Sunds Zone

Kita Memiliki Uang Atau Uang Memiliki Kita?

pahlawanuangB.jpgMengapa kita sangat menghargai uang – selembar kertas bergambar wajah-wajah orang yang telah meninggal dunia? Kita jadi tawanan mereka sehingga kehilangan daya dan tenaga. Dalam beberapa kasus, bisa dibilang masalahnya bukan kita tidak memiliki uang, uanglah yang memiliki kita. Tidak ada yang lebih melegakan bagi seorang yang jiwanya bebas dari cinta akan uang dan berjalan dengan kekuatan karena tidak dihantui oleh wajah orang mati. Hidupnya penuh ketulusan. “Mujur orang yang menaruh belas kasihan dan yang memberi pinjaman, yang melakukan urusannya dengan sewajarnya …. Ia membagi-bagikan, ia memberikan kepada orang miskin; kebajikannya tetap untuk selama-lamanya, tanduknya meninggi dalam kemuliaan” (Mazmur 112: 5, 9).

Kekayaan yang sejati tidak berasal dari yang kita miliki, tetapi dari yang kita berikan. Kekayaan bukan sekadar gaji, melainkan kelimpahan, dan kelimpahan adalah rencana Tuhan bagi kita. kekayaan berasal dari Tuhan dan adalah milik Tuhan.

Tuhan dapat mempercayakan kekayaan di tangan kita dan menginvestasikannya dalam hidup kita, tetapi tak pernah melepaskan kepemilikan atasNya. Ketika kita gagal memahami kepemilikan Tuhan, uang dan barang-barang bisa memiliki kita dan mengambil alih hidup kita. Persepuluhan tidak mengalir dari kocek kita tetapi datang dari hati kita.

Banyak pertengkaran di gereja, karena masalah uang. Jadi uang bukan saja menguasai dunia, tetapi juga gereja. Kita memberi kolekte lalu menuntut penjelasan rinci kemana uang itu dipakai. Kita dimiliki uang, menjadi budak dari wajah seorang yang telah mati. Kita mungkin telah mengeluarkan uang dari kantong, tetapi belum dari hati. Artinya, kita tidak benar-benar melepaskannya untuk kemuliaan Tuhan.

Memberi dengan sukarela menunjukkan bahwa kita bebas dari rasa takut itu sendiri adalah sebuah berkat. Tuhan ingin membebaskan kita dari roh kemiskinan. Bila semua yang kita miliki adalah milikNya, maka semua milikNya adalah milik kita.

Pembaca Page Mitra Jawaban.com, mulailah miliki gaya hidup memberi karena Tuhan telah terlebih dulu memberi untuk kehidupan kita.

Sumber : Disadur dari: Buku Strategies for Financial Breakthrough (Eugene Strite)

Podcast Feed

Selipan

You are here: