• Gereja Bethel Indonesia

    Gembala Pembina : Pdt. Julius Ishak, Msc.,D.D

    Gembala Sidang: Pdt. Rubin Adi Abraham, Ph. D

    Sekretariat: Jl. Mekar Laksana No. 8, Bandung 

    Telp: 022-5225786 Fax: 022-5225787

Renungan Ags

Bahan Komsel Ags

We have 299 guests and one member online

Pengunjung

Today1673
Yesterday2169
This week9532
This month1673
Total5830112

Visitor IP : 36.73.78.150 Visitor Info : Firefox - Windows Friday, 01 August 2014 18:37

Pengunjung yang Online

Guests : 270 guests online Members : No members online
Powered by CoalaWeb

Sunds Zone

september 2011

minggu IV

MURID KRISTUS SEJATI

S1 – Sembah dan Puji (20 Menit)

S2 – SUASANA (10 menit)

Ceritakanlah berkat rohani yang Anda dapatkan sepanjang minggu lalu selama merenungkan FirmanTuhan melalui pembacaan Renungan Harian Nilai Kehidupan. Ceritakan juga pengalaman Anda ketika  mempraktekkan prinsip-prinsip firman Tuhan dan

melaksanakan komitmen Anda sesudah membaca RH Nilai Kehidupan.

S3 – Sharing Firman dan diskusi (50 Menit)

BACAAN: MATIUS 16:24-27

Kekristenan yang sejati adalah suatu penyerahan diri seluruhnya dan sepenuhnya kepada Tuhan Yesus Kristus. Juru Selamat kita tidak mencari orang yang hanya mau memberikan waktu luangnya pada malam hari atau waktu liburannya atau masa pensiunnya kepada-Nya. Sebaliknya, Ia mencari mereka yang mau menempatkan Dia pada tempat yang terutama di dalam kehidupan mereka. Jika demikian, syarat-syarat apa sajakah yang ditetapkan oleh Yesus Kristus bagi para pengikut- Nya yang sejati?

1. BERSEDIA MENYANGKAL DIRI (DENY OF SELF) (MATIUS 16:24A)

Menyangkali diri (denial of self) tidak sama dengan penyangkalan diri (self-denial). Penyangkalan diri itu bisa berarti memantangi beberapa macam makanan tertentu dan kesukaan atau harta milik. Menyangkali dirinya berarti menaklukkan diri kepada Tuhan Yesus Kristus, sehingga kita tidak mempunyai hak dan kuasa lagi atas diri sendiri. Contoh konkritnya tampak dalam perkataan Henry Martyn, seperti berikut: “Tuhan, biarlah saya tidak mempunyai kehendak apa-apa lagi dari diri saya sendiri, atau menganggap kesejahteraan sesungguhnya itu berasal dari lahiriah saja, tetapi supaya semuanya hanyalah sesuatu yang sesuai dengan kehendak-Mu.”

2. BERSEDIA MEMIKUL SALIB (TAKE UP CROSS) (MATIUS 16:24B)

Memikul salib jangan kita mengerti hanya di cela, dihina, dijelekkan atau difitnah sebagai orang Kristen. Akan tetapi harus ingat kembali konteks mula-mula orang memikul salib. Orang yang sedang memikul salib itu berarti sedang menuju kematian. Salib bukanlah suatu kelemahan jasmaniah atau penderitaan mental. Salib adalah suatu jalan sempit yang dipilih oleh seseorang menurut kehendak hatinya sendiri. Memikul salib adalah satu keindahan. Hal ini sulit kita bayangkan, jika kita tidak mengalaminya.

3. SETIA MENGIKUT YESUS (FOLLOW HIM) (MATIUS 16:24C)

Kata mengikut Aku ini di dalam bahasa Yunaninya dipakai kata “OPISO”, yang artinya di belakang (bnd. Matius 10:38). Ternyata untuk mengikut Yesus ada syarat yang cukup berat. Itu sebabnya walaupun pemuda yang datang kepada Yesus itu adalah orang kaya, tetap saja ia pulang dengan tangan hampa. Karena bagi pemuda itu, tugas yang diberikan Tuhan Yesus itu sangat berat. Untuk menjadi murid-murid-Nya, maka kita juga harus berjalan menurut teladan-Nya. (Yohanes 15:8).

S4 – Sasaran dan Rencana (10 menit)

Cobalah daftarkan masing-masing paling sedikit sepuluh hal contoh konkrit yang paling Anda tidak sukai terkait dengan salah satupoin dari ketiga poin di atas. Berdoalah untuk mematahkan ketidak sukaan Anda itu.

Minggu III

MELAYANI MELALUI PEKERJAAN

S1 – Sembah dan Puji (20 Menit)

S2 – SUASANA (10 menit)

Ceritakanlah berkat rohani yang Anda dapatkan sepanjang minggu lalu selama merenungkan FirmanTuhan melalui pembacaan Renungan Harian Nilai Kehidupan. Ceritakan juga pengalaman Anda ketika  mempraktekkan prinsip-prinsip firman Tuhan dan

melaksanakan komitmen Anda sesudah membaca RH Nilai Kehidupan.

S3 – Sharing Firman dan diskusi (50 Menit)

BACAAN: LUKAS 22:24-30

Pengenalan kita akan Allah harus terlihat melalui pekerjaan kita. Dalam konteks Alkitab, pekerjaan kita tidak dapat dipisahkan dengan

pelayanan kita kepada Allah. Iman Kristiani bukan sebagai pelengkap bagi pekerjaan, melainkan pusat spiritualitas yang akan mentransformasikan diri dalam seluruh pekerjaan. Jika demikian, hal-hal apakah yang harus kita kerjakan agar pekerjaan kita itu menjadi sebuah pelayanan yang berarti bagi Kerajaan Allah?

1. BEKERJALAH SEPERTI PELAYAN DI TEMPAT ADA BEKERJA SEBAB ITU MULIA (LUK.

22:26)

Bila ia seorang Kristen pekerja, maka kesenangannya melayani sesama melalui pekerjaannyalah yang membuat dia mulia. Orang yang melayani adalah orang mulia. Pekerjaan atau profesi yang melayani adalah pekerjaan dan profesi yang mulia karena merupakan bentuk pelayanan bagi masyarakat. Output kerja kita menjadi input bagi orang lain. Produk kita menjadi bahan baku bagi orang lain. Pendeknya, kita menghasilkan nilai tambah yang memungkinkan pihak lain bekerja dan hidup lebih mudah, lebih sejahtera, atau lebih makmur.

2. BEKERJALAH SEBAGAI PELAYAN DALAM SEMUA BENTUK JABATAN/POSISI (LUK. 22:26-27).

Sesungguhnya keseluruhan hidup Kristiani kita–termasuk pekerjaan kita—merupakan sebuah pelayanan. Dan, kemuliaan itu justru datang dari keikhlasan melayani, bukan sebaliknya. Yesus sendiri telah memberi contoh ketika berkata, “Aku ada di tengah-tengah kamu sebagai pelayan.” (Luk. 22:27). Sekalipun posisi atau jabatan Anda adalah sebagai Pemimpin di tempat Anda bekerja, Yesus meminta Anda untuk bersedia menjadi seperti pelayan, karena dengan demikianlah Allah menilai Anda sebagai orang pribadi yang terbesar dihadapan-Nya, Rasul Paulus sendiri meneladaninya dengan “menjadikan diriku hamba dari semua orang, supaya aku boleh memenangkan sebanyak mungkin orang.” (1Kor. 9:19)

3. TUNJUKKANLAH EKSISTENSI PEKERJAAN YANG BERKARAKTER PELAYANAN (LUK.22:25-26)

Karakter kepelayanan dalam pekerjaan kita menegaskan eksistensi pekerjaan itu sendiri, yaitu bahwa keberadaan pekerjaan kita diperlukan secara esensial sehingga tercipta suatu jaringan kerja yang saling membutuhkan dan saling menghidupi. Orang yang mampu menunjukkan eksistensi pekerjaannya yang berkarakter pelayanan adalah orang-orang mulia. Dokter dan perawat melayani orang sakit kita sebut insan-insan mulia. Bunda Teresa melayani orang miskin kita sebut ibu berhati mulia.

S4 – Sasaran dan Rencana (10 menit)

Cobalah diskusikan dengan kelompok Komsel Anda, hal-hal apa sajakah yang Anda temukan dalam komunitas Kristen pada umumnya tentang konsep kerja yang salah dipahami selama ini. Mintalah visi dari Tuhan. Mulai lakukan sesuatu yang berbeda dipekerjaan Anda.

Minggu I

TUMBUH DEWASA DAN MELAYANI

S1 – SEMBAH DAN PUJI (20 menit)

S2 – SUASANA (10 menit)

Ceritakanlah berkat rohani yang Anda dapatkan sepanjang minggu lalu selama merenungkan FirmanTuhan melalui pembacaan Renungan Harian Nilai Kehidupan. Ceritakan juga pengalaman Anda ketika  mempraktekkan prinsip-prinsip firman Tuhan dan

melaksanakan komitmen Anda sesudah membaca RH Nilai Kehidupan.

S3 – SHARING FIRMAN DAN DISKUSI (50 menit)

BACAAN: 1 TESALONIKA 1:6-10 Paulus menyebut jemaat Tesalonika sebagai penurutpenurut Allah sehingga mereka layak menjadi teladan untuk semua orang percaya di wilayah Makedonia dan Akhaya. Hal ini tentu saja tidak terjadi begitu saja, melainkan memerlukan proses pertumbuhan rohani. Apa saja yang bisa diteladani dari jemaat Makedonia untuk dapat tumbuh dewasa dan melayani?

1. BERTUMBUH DALAM IMAN (8)

Yang menarik dari perjalanan iman jemaat Tesalonika adalah karena mereka layak diteladani oleh semua orang percaya pada saatnya. Iman mereka bukan iman yang diam-stagnan, tetapi iman yang terus bertumbuh. Mereka berhasil menjadi saksi yang setia, karena firman Tuhan bergema ke wilayah-wilayah yang lain. Hal apakah yang dikenal orang dari kita? Apakah mereka melihat kita sebagai surat Kristus yang terbuka?

2. BERBALIK DARI BERHALA KEPADA PELAYANAN (9)

Orang yang bertumbuh rohaninya dapat dilihat juga dari pergeseran fokus penyembahan-nya. Jemaat Tesalonika tadinya beribadah kepada berhala-berhala, tetapi kini mereka menyembah Kristus. Hal inilah yang harus diteladani bahwa tidak ada berhala apapun yang boleh ada dalam kehidupan orang percaya, sebab satu-satunya Allah yang layak disembah dan dilayani adalah Kristus! Dalam kehidupan kita sekarang, hal-hal apa saja yang dapat menjadi‘berhala’ bagi Anda? Apa yang harus Anda lakukan?

3. BERHARAP KEDATANGAN TUHAN (10)

Orang yang dalam hidupnya berkenan kepada Allah, pasti memiliki kerinduan yang besar untuk segera bertemu dengan Tuhan dalam kemuliaan. Sebaliknya, orang yang masih hidup sembarangan, berharap agar kedatangan Tuhan ditunda lebih lama. Bagaimana dengan kita, apakah kita memiliki kesiapan dan kerinduan yang sama?

S4 – SASARAN DAN RENCANA

Milikilah komitmen dan tekad yang kuat untuk bertambah dewasa di dalam Kristus sehingga

hidup kita dipersembahkan untuk melayani Dia.

 

Minggu II

KARAKTER PELAYAN KRISTUS

S1 – SEMBAH DAN PUJI (20 menit)

S2 – SUASANA (10 menit)

Ceritakanlah berkat rohani yang Anda dapatkan sepanjang minggu lalu selama merenungkan FirmanTuhan melalui pembacaan Renungan Harian Nilai Kehidupan. Ceritakan juga pengalaman Anda ketika  mempraktekkan prinsip-prinsip firman Tuhan dan

melaksanakan komitmen Anda sesudah membaca RH Nilai Kehidupan.

S3 – SHARING FIRMAN DAN DISKUSI (50 menit)

BACAAN: 1 TESALONIKA 2:1-6

Tak pelak lagi bahwa Paulus adalah Rasul Kristus dan dalam kehidupannya telah memberikan yang terbaik bagi Kristus, Tuhannya. Ia menyadari bahwa ia dipanggil untuk menjadi pelayan Injil. Ke manapun ia pergi, ia ada untuk melayani. Kali ini kita akan belajar sebagian dari karakter Paulus sebagai seorang pelayanan Kristus:

1. GIGIH DALAM PERJUANGAN PELAYANAN (2)

Paulus memberi kesaksian bahwa dirinya memberitakan Injil Kristus disertai dengan “perjuangan yang berat.” Seorang pelayan Kristus bukanlah mereka yang gampang menyerah, tetapi memiliki kegigihan meskipun harus berada dalam perjuangan terus-menerus. Tantangan pelayanan selalu ada, tetapi hanya hamba-hamba Kristus yang setia saja, yang akan bertahan maju. Bagaimana cara mempertahankan kegigihan dalam pelayanan menurut Anda? Sharingkan di dalam kelompok!

2. RINDU MENYUKAKAN HATI TUHAN (4)

Seorang pelayan Kristus tidak sibuk mencari acungan jempol dan tepuk tangan manusia. Satu-satu Pribadi yang harus disukakan adalah Yesus Kristus, Sang Tuan. Menurut Paulus, Allahlah yang menguji hati kita. Jadi, ‘permainan sandiwara kepura-puraan’ di dalam pelayanan, pasti tidak akan membawa apa-apa, kecuali kekecewaan. Seorang pelayan sejati baru akan merasa puas jika Tuhan yang disenangkan. Mengapa banyak orang tergoda untuk menyenangkan manusia? Bagaimanakah mengatasinya?

3. MURNI DALAM MOTIVASI PENGABDIAN (5)

Seorang pelayan Kristus, meneladani Paulus, juga seharusnya tidak menyembunyikan motivasi-motivasi yang tercela. Jika mau, Paulus sebenarnya memiliki banyak kesempatan untuk memiliki motivasi loba dan ketamakan, tetapi ia tidak menggunakannya. Kemurnianlah

yang sebaliknya ia tunjukkan kepada orang-orang yang dilayaninya. Motivasi-motivasi  tersembunyi apakah yang sering ‘mengotori’ pelayanan?

S4 – SASARAN DAN RENCANA

Di akhir pertemuan, doakanlah pelayan-pelayan Kristus sepenuh waktu di gereja Anda agar mereka menjaga motivasi, menyukakan hati Tuhan dan terus berjuang untuk memberikan yang terbaik.

Podcast Feed

Selipan

You are here: