• Gereja Bethel Indonesia

    Gembala Pembina : Pdt. Julius Ishak, Msc.,D.D

    Gembala Sidang: Pdt. Rubin Adi Abraham, Ph. D

    Sekretariat: Jl. Mekar Laksana No. 8, Bandung 

    Telp: 022-5225786 Fax: 022-5225787

Renungan Sep

Bahan Komsel Sep

We have 230 guests and no members online

Pengunjung

Today116
Yesterday2536
This week7757
This month2652
Total5972793

Visitor IP : 66.249.65.141 Visitor Info : Unknown - Unknown Thursday, 02 October 2014 01:09

Pengunjung yang Online

Guests : 232 guests online Members : No members online
Powered by CoalaWeb

Sunds Zone

Mei 2013

Minggu IV

HIDUP DALAM KASIH KARUNIA

 

 

S1 – SEMBAH DAN PUJI (20’)

 

S2 – SUASANA (10’)

Ceritakanlah berkat rohani yang Anda dapatkan melalui pembacaan Renungan Harian Nilai Kehidupan sepanjang minggu lalu. Ceritakanlah juga pengalaman mempraktekkan prinsip-prinsip firman Tuhan yang Anda dapatkan melalui pembacaan RHNK.

 

S3 – SHARING FIRMAN DAN DISKUSI (50’)

Bacaan: KEJADIAN 6:8-9

Nuh menjadi teladan yang baik bagi setiap kita untuk meresponi kasih karunia Allah yang berlaku atas hidup kita. Kasih karunia bukan untuk disepelekan atau digunakan sebagai alasan seluas-luasnya untuk berdosa, tetapi justru untuk dihidupi dengan tanggung jawab. Apa yang dilakukan Nuh?

 

1. HIDUP BENAR DI HADAPAN ALLAH

Alkitab menyebut Nuh sebagai seorang yang benar dan tak bercela pada zamannya. Hal ini terjadi ketika kejahatan di seluruh pada zaman itu sedang berada pada klimaksnya, sehingga Tuhan menghukum dengan air bah. Tetapi Ia menemukan seorang yang hidup benar dan saleh. Kita bisa belajar bahwa lingkungan tidak seharusnya membentuk kita, tetapi sebaliknya kitalah yang harus mempengaruhi lingkungan.  Apakah kesulitan Anda untuk tetap hidup benar di tengah-tengah dunia yang bengkok?

 

2. HIDUP BERGAUL DENGAN ALLAH

Istilah “bergaul” berasal dari istilah Ibrani “halak” yang berarti “berjalan bersama” atau “mengikuti”. Nuh adalah orang yang dalam perjalanan hidupnya mengikuti jalan Tuhan, bukan jalannya sendiri. Bergaul dengan Allah merupakan perjalanan dan setiap kita dipanggil untuk menjalaninya. Apakah Anda telah mengambil bagian di dalam proses “berjalan bersama” dan “mengikuti” Dia? Diskusikan pendapat Anda!

 

3. HIDUP DALAM KEHENDAK ALLAH

Tuhan memerintahkan Nuh untuk membangun sebuah bahtera (Kej 6:14, 22). Yang luar biasa adalah bahwa Nuh tidak mengedepankan pertanyaan mengapa ia harus melakukan hal itu, tetapi dengan tepat melakukan apa yang diperintahkan Allah. Inilah yang harus kita teladani: melakukan kehendak Allah tepat seperti apa yang Ia mau. Bagaimanakah Anda dapat menemukan kehendak Allah di dalam hidup Anda? Apakah Anda sudah menghidupinya?

 

S4 – SASARAN DAN RENCANA (10’)

Sadarilah bahwa kasih karunia Allah terlalu besar dan mulia untuk ditukar dengan kehidupan yang sembrono dan ‘semau gue’. Kasih karuni harus diresponi dengan penuh tanggung jawab.

Minggu III

PENTAKOSTA: ROH KUDUS MEMULIHKAN

 

 

S1 – SEMBAH DAN PUJI (20’)

 

S2 – SUASANA (10’)

Ceritakanlah berkat rohani yang Anda dapatkan melalui pembacaan Renungan Harian Nilai Kehidupan sepanjang minggu lalu. Ceritakanlah juga pengalaman mempraktekkan prinsip-prinsip firman Tuhan yang Anda dapatkan melalui pembacaan RHNK.

 

S3 – SHARING FIRMAN DAN DISKUSI (50’)

Bacaan: KISAH PARA RASUL 2:15-21

Roh Kudus yang dijanjikan Allah dan diberikan pada Hari Pentakosta, bukan saja Pribadi yang mengingatkan kita tentang apapun yang pernah diajarkan Yesus. Dia adalah Penghibur dan Penolong yang memulihkan seluruh kehidupan orang yang percaya kepadaNya. Apa saja yang Dia pulihkan?

 

1. MEMULIHKAN STATUS HIDUP KITA

Saat kita dilahirbarukan oleh kuasa Roh-Nya, kita diberi sebuah status baru di dalam Kristus. Pada awalnya kita adalah “musuh” bagi Allah yang seharusnya dimurkai. Tetapi karena karya pendamaian Kristus, kita diberikan hak (kemuliaan) untuk menjadi anak-anak-Nya (Yoh 1:12, Rom 8:14-16). Jadi status kita sekarang adalah anak di hadapan-Nya dan bukan orang asing. Bagaimana pengalaman Anda pribadi di dalam meyakini proses menjadi anak Allah ini? Ceritakan di dalam kelompok?

 

2. MEMULIHKAN TUJUAN HIDUP KITA

Mereka yang dipimpin Roh Kudus memiliki kepekaan untuk mengetahui apa tujuan-Nya bagi kita yang percaya dan juga bagi dunia yang terhilang. Kita harus rela berubah tujuan hidup jika memang itu yang dikehendaki Roh Kudus. Hal ini pernah dialami oleh Paulus (baca Kis 16:6-10) dimana Ia dan Silas taat pada tujuan Allah. Apakah tujuan hidup yang paling menguasai Anda sekarag ini? Bagaimana jika dibandingkan dengan point di atas?

 

3. MEMULIHKAN PRIORITAS HIDUP KITA

Prioritas hidup seseorang yang ada di luar Kristus adalah untuk menyenangkan egonya sendiri. Lebih parah lagi, untuk menyenangkan dosa dan kuasa si jahat yang bekerja di dalam kehidupannya. Tetapi mereka yang memiliki Roh Kudus di dalam hidupnya akan dipimpin dan dimampukan untuk menghasilkan buah-buah Roh (Gal 5:22-25). Prioritas hidupnya adalah untuk melakukan apa yang menyenangkan Tuhan.Bagaimana dengan prioritas hidup Anda?

 

S4 – SASARAN DAN RENCANA (10’)

Secara khusus, pada perayaan Pentakosta tahun ini, berdoalah agar terjadi terobosan rohani di dalam kelompok Anda dan setiap anggota mengalami pemulihan dalam hal-hal di atas.

Minggu I

MENJADI SAHABAT ALLAH

 

 

S1 – SEMBAH DAN PUJI (20’)

 

S2 – SUASANA (10’)

Ceritakanlah berkat rohani yang Anda dapatkan melalui pembacaan Renungan Harian Nilai Kehidupan sepanjang minggu lalu. Ceritakanlah juga pengalaman mempraktekkan prinsip-prinsip firman Tuhan yang Anda dapatkan melalui pembacaan RHNK.

 

S3 – SHARING FIRMAN DAN DISKUSI (50’)

Bacaan: YAKOBUS 2:21-23

Abraham mendapatkan gelar sebagai “Sahabat Allah”. Sesuatu yang pantas disematkan kepada bapa orang percaya ini, karena memang dia telah mewujudnyatakan imannya dengan tindakan-tindakan yang luar biasa. Hal apa saja yang menjadi alasan Abraham bisa menjadi sahabat Allah?

 

1. ABRAHAM PERCAYA KEPADA ALLAH (Kejadian 12:4)

Sewaktu dipanggil oleh TUHAN dari Ur-Kasdim, Abram mendapatkan berbagai macam janji TUHAN (lihat Kej 12:1-3). Menariknya, dia tidak membuat sebuah tawar-menawar terlebih dahulu, tetapi ayat 4 menjelaskan, “Lalu pergilah Abram seperti yang difirmankan TUHAN…” Frase itu menunjukkan ekpresi imannya kepada Allah yang memanggilnya. Ia meyakini bahwa Allah yang memanggil adalah adalah yang mencukupi dan akan menepati setiap janji yang diberikanNya. Ceritakanlah pengalaman Anda meresponi janji Allah! Apakah Anda langsung mempercayainya? Bagaimana prosesnya?

 

2. ABRAHAM TAAT KEPADA ALLAH (Ibrani 11:8, 17)

Penulis Kitab Ibrani memberikan sebuah “cap” kepada Abraham sebagai seorang yang taat. Ia melakukan apa yang diperintahkan TUHAN dengan penundukan diri. Bahkan ketika ia harus melakukan perintah tersulit dalam hidupnya yaitu mempersembahkan Ishak, anak yang dinantikannya dalam waktu yang lama. Dia telah memberi teladan bahwa perintah Tuhan bukanlah untuk diragukan, ditawar, apalagi ditentang; tetapi untuk ditaati. Apakah Anda pernah memiliki pengalaman yang berat ketika mau melakukan perintah Tuhan? Sharingkan!

 

3. ABRAHAM BERIBADAH KEPADA ALLAH (Kejadian 12:7)

Iman dan ketaatan Abraham tidak muncul begitu saja, tetapi lahir dari sebuah hubungan dengan Tuhan yang dibangun terus-menerus denganNya. Ayat itu mengisahkan bagaimana Abram membangun mezbah bagi Tuhan saat Ia menampakkan diri kepadanya. Mezbah adalah “tempat pertemuan” antara Allah dengan umat. Di sana Allah menyatakan kehendakNya dan umatNya mempersembahkan korban bagiNya. Bagaimana dengan mezbah pribadi Anda? Apakah dengan yang Anda lakukan selama ini, Anda layak bergelar sahabatNya?

 

S4 – SASARAN DAN RENCANA (10’)

Mulailah langkah iman dengan bertindak dari hal-hal yang kecil, agar pada akhirnya kita diperhitungkan sebagai sahabat Allah.

Minggu II

MENJADI MEMPELAI KRISTUS

 

 

S1 – SEMBAH DAN PUJI (20’)

 

S2 – SUASANA (10’)

Ceritakanlah berkat rohani yang Anda dapatkan melalui pembacaan Renungan Harian Nilai Kehidupan sepanjang minggu lalu. Ceritakanlah juga pengalaman mempraktekkan prinsip-prinsip firman Tuhan yang Anda dapatkan melalui pembacaan RHNK.

 

S3 – SHARING FIRMAN DAN DISKUSI (50’)

Bacaan: EFESUS 5:22-23

Rasul Paulus menggambarkan hubungan jemaat dengan Kristus adalah layaknya hubungan seorang isteri dengan suaminya. Jemaat adalah mempelai perempuanNya. Apakah yang harus dilakukan oleh jemaat kepada Kristus, Sang Mempelai Pria?

 

1. RESPECT TO CHRIST

Sebagaimana seorang isteri diperintahkan tunduk kepada suami, demikian jugalah gereja kepada Kristus. Orag percaya harus tunduk dan hormat kepada Kristus dalam setiap perintah dan kehendakNya. Gereja dituntun untuk menjadi mempelai wanita sorgawi yang menunjukkan ketaatan total kepada Mempelai Pria. Halangan utama apakah yang membuat Anda sulit tunduk kepada perintah Kristus? Bagaimana mengatasinya?

 

2. COMMUNICATION  WITH CHRIST

Agar hubungan langgeng, seorang suami dan isteri harus terlibat dalam sebuah komunikasi yang berkualitas. Gereja sebagai mempelai perempuanNya juga harus membangun komunikasi dengan Tuhan melalui ibadah, doa, puasa, pembacaan firman Tuhan dan disiplin-disiplin rohani yang lain. Dengan berkomunikasi, kita memahami apa yang dikehendakiNya. Dengan berkomunikasi, gereja juga dibangun dalam keintiman denganNya. Apa yang Anda lakukan untuk membangun komunikasi yang lebih dalam dengan Kristus! Diskusikanlah!

 

3. TRUST IN CHRIST

Mempelai perempuan dituntut untuk memiliki iman bahwa suatu saat nanti, Sang Mempelai Pria akan datang kembali untuk menjemput.  Menanti kedatanganNya berarti hidup berpegang pada janji-janjiNya dengan percaya. Godaan sering muncul ketika gereja berpikir, “Ah, Dia datang masih lama, aku mau hidup santai saja…” Dengan begitu kita menjadi tidak berjaga-jaga. Meskipun kita tidak tahu kapan waktunya, tetapi Dia pasti datang menjemput kita, mempelaiNya. Apa kesiapan yang Anda lakukan untuk menyambut Sang Mempelai Pria?

 

S4 – SASARAN DAN RENCANA (10’)

Berdoalah di dalam kelompok agar masing-masing anggota memiliki ketundukan, hormat dan keyakinan iman kepada Kristus.

Podcast Feed

Selipan

You are here: