• Gereja Bethel Indonesia

    Gembala Pembina : Pdt. Julius Ishak, Msc.,D.D

    Gembala Sidang: Pdt. Rubin Adi Abraham, Ph. D

    Sekretariat: jl. Mekarlaksana No 8, Bandung 

    Telp: 022-5225786 Fax: 022-5225787

  • DUKUNG DAN DOAKAN

     

     

    PEMBANGUNAN

    GBI MEKARWANGI


Renungan Mei

Bahan Komsel Mei

Pengunjung

Today2695
Yesterday5440
This week33486
This month60573
Total3550573

Visitor IP : 184.73.74.47 Visitor Info : Unknown - Unknown Sunday, 19 May 2013 13:33

Pengunjung yang Online

Guests : 1456 guests online Members : No members online
Powered by CoalaWeb

Sunds Zone

Humor

DI KIRI DAN KANAN SALIB

Suatu siang serombongan polisi memasuki rumah Pak Petrus dengan

marah-marah. "Pak Petrus, apakah Anda tahu bahwa perbuatan Anda

melecehkan kepala negara?" bentak seorang polisi.

"Apa salah saya?" Pak Petrus menjawab dengan ketakutan.

"Anda memasang potret presiden dan wakil presiden di kiri dan di kanan

salib Kristus. Pak Petrus tahu tidak, siapa yang berada di kiri dan di

kanan Yesus waktu Dia disalib? Mereka adalah penjahat!" seorang

polisi lain malah menjelaskan.

 

SUMBER: maureen20-maureen-maureen.blogspot.com

Merpatinya Dimakan Kucing

Seorang pendeta bermaksud berkhotbah dengan tema mujizat. Ia kemudian menyusun strategi bersama anaknya, Nobi.

Pendeta           : “Nobi, besok ayah mau berkhotbah tentang mujizat. Besok Nobi duduk di atas loteng sambil memegang uang dan burung merpati. Jika Ayah berkata uang, Nobi jatuhkan uang. Jika Ayah berkata, ‘burung merpati’, Nobi jatuhkan burung merpati. Oke?”

Nobi                : “Oke, Yah.”

Keesokan harinya, Pendeta tersebut berkhotbah di gereja:

Pendeta           : “Apakah saudara percaya akan mujizat?”

Jemaat             : “Amin!!”

Pendeta           : “Saudara-saudara, apa yang saudara minta pasti dikabulkan Tuhan. Ketika kita meminta uang, kita akan mendapatkan uang (Nobi menjatuhkan uang sehinggga tiba-tiba ada uang). Ketika kita minta burung merpati, kita akan... !”

Pendeta menunggu 5 detik, tetapi burung merpati belum juga muncul. Ia berpikir mungkin kurang nyaring. Ia pun mengulangi perkataannya.

Pendeta           : “Kita akan mendapatkan burung merpati. Sekali lagi burung merpati!”

Namun, burung merpati tidak muncul juga. Tiba-tiba Nobi keluar dari loteng.

Nobi                : “Ayah, burung merpatinya dimakan kucing.”

Jemaat             : “????”

“Blue Band Margarin, Made In Indonesia Amin”

Dodi adalah anak desa yang berniat untuk bersekolah di jurusan teologi di Jakarta. Orangtuanya mengizinkan dan mendukung anaknya untuk sekolah teologi.

Namun, di Jakarta, Dodi tidak kuliah. Ia justru keluar masuk diskotik dan berfoya-foya. Suatu ketika, ia kehabisan uang. Dodi mengirim surat kepada orang tuanya, “Ayah, Dodi butuh uang untuk ujian.” Ayahnya kemudian mengirim uang.

Tidak lama kemudian uang dodi habis. Dodi pun menyurati Ayahnya. “Ayah, Dodi butuh uang untuk wisuda”.

Dengan bangga, Ayah Dodi membelas surat Dodi, sambil berpesan, “Setelah wisuda, Dodi langsung pulang ke kampung halaman”.

Kemudian, Dodi pulang ke desanya. Kedatangan Dodi disambut gembira karena dia adalah satu-satunya sarjana di desanya. Keluarganya membuat persta ucapan syukur. Dalam ibadah syukuran, Dodi diberi kesempatan untuk berdoa makan. Dodi bingung harus berkata apa. Dengan spontan Dodi berkata.

Dodi                : “Jemaat Tuhan, mari kita berdoa. (Dodi melirik kaleng mentega, dan dibacanya). “Blue Band margarin made in Indonesia, Amin”

Ayah               : “Wah, hebat sekali! Dodi berdoa menggunakan bahasa Inggris.”

Roh Tidur Pergi

Dalam setiap kebaktian, Budi sering tertidur saat pendeta berkhotbah. Memerhatikan kebiasaan jemaatnya ini, sang pendeta ingin memberikan pembelajaran kepadanya.

Pada saat ibadah Minggu sebelum firman Tuhan disampaikan, Pendeta mengajak jemaat berdoa. Pendeta ini secara khusus berdoa untuk Budi, “Dalam nama Yesus, roh tidur pergi!”

Keesokan harinya, Budi datang kepada Pendetanya dan mengeluh.

Budi                : “Saya mau bicara empat mata dengan Pak Pendeta.”

Pendeta           : “Boleh. Ada apa, Bud?”

Budi                : “Kemarin, apakah pak Pendeta berdoa supaya roh tidur saya pergi?”

Pendeta           : “Iya Bud. Apa ada yang salah? Bukankah itu lebih baik? Dengan begitu,

kamu tidak tidur di saat saya berkhotbah”

Budi                : “Itu masalahnya pak Pendeta!”

Pendeta           : “Masalah apa, Bud?”

Budi                : “Sejak kemarin sampai sekarang, saya tidak bisa tidur!!”

Pendeta           : “???”

Jangan Takut

Dalam sebuah ibadah minggu pagi, tiba-tiba, salah seorang pengikut Lusifer menyusup antara jemaat yang sedang melaksanakan ibadah.

Jemaat yang hadir ketakutan. mereka hendak lari meninggalkan pendeta yang masih berkhotbah. Melihat gelagat jemaatnya, Pendeta berpikir, “Wah, saya akan sendirian nih.” Akhirnya, sang pendeta mendapat ide. Dengan suara nyaring pak pendeta berkata:

Pendeta           : “Jangan takut! Mari kita bangkit berdiri dan, kita... eemmm... lari bersama-

sama!!!”

Jemaat             : ???”

Podcast Feed

Selipan

You are here: