Ingin Titipkan Anak? Ayo Pertimbangkan 4 Hal Ini Sebelum Memilih Pengasuh

171128115015

Anak adalah sebuah berkat yang luar biasa dari Tuhan. Walaupun bukan perkara yang mudah, namun kenyataannya waktu yang dihabiskan bersama anak-anak adalah waktu yang tidak bisa terbayarkan dengan materi apapun.

Pekerjaan biasanya menjadi sebuah batasan kedekatan antara anak dan orang tua. Dimana biasanya anak terpaksa dititipkan kepada suster, sekolah atau nenek agar orang tua bisa bekerja untuk menghidupi kebutuhan keluarga.

Perkara mencari seorang pengasuh memang tidak mudah. Ada sebuah kasus dimana seorang anak dibiarkan begitu saja oleh pengasuhnya karena pengasuhnya sibuk main handphone. Atau justru anak yang diasuh diculik. Seram, ya?

Tidak usah langsung khawatir, sebelum memilih seorang pengasuh, ini dia pertimbangan buat orang tua yang hendak menitipkan anak kepada orang lain.

1. Yayasan atau kolega?

Di Indonesia, ada beberapa cara untuk mendapatkan seorang pengasuh yang tepat. Dua diantaranya adalah melalui sebuah yayasan atau menitipkan anak kita kepada orang yang kita percayai. Pada pilihan yang kedua, biasanya anak dititipkan kepada tetangga atau ada orang yang merekomendasikan.

Jika memilih untuk menggunakan jasa pengasuh dari sebuah yayasan, ada baiknya jika memilih yayasan yang memiliki reputasi positif. Walaupun bukan jaminan, namun setidaknya kita sudah mendapatkan sedikit testimoni dari orang-orang yang sudah pernah ditanganinya. Yayasan yang resmi dan baik juga biasanya memudahkan kita untuk memberikan keluhan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Misalnya, anak jatuh karena lepas dari pengawasan, atau hal lain yang membahayakan anak.

Kebanyakan keluarga memilih cara yang nomor dua ini, yaitu menitipkan kepada tetangga, kenalan atau rekomendasi orang lain. Pertama, karena biasanya biaya yang dikeluarkan lebih murah dibandingkan jika melalui yayasan. Kedua adalah waktu yang lebih fleksibel. Biasanya, mereka yang memilih cara ini adalah orang tua yang hanya menitipkan anak pada pagi hingga sore hari. Berbeda dengan cara yang pertama dimana biasanya suster atau pengasuh diminta untuk menginap dan memberi pengawasan yang hampir 24 jam.

2. Pastikan pengasuh tersebut memang menyukai anak-anak

Pekerjaan adalah sebuah panggilan hidup, begitu juga pekerjaan sebagai seorang pengasuh. Sebelum memilih pengasuh, cobalah untuk bertanya apakah ia pernah mengasuh orang lain sebelumnya, kemudian anak yang pernah diasuh itu seperti apa dan bagaimana ia menanganinya.

3. Kesehatan dan kebersihan

Anak-anak biasanya cenderung sensitif terhadap kotoran. Maka, pilihlah pengasuh yang memang menyukai lingkungan yang bersih. Sama halnya dengan kesehatan, pilihlah pengasuh yang masih berada dalam usia produktif dan sehat, terlebih jika anak kita masih berusia balita yang aktif dan perlu pengawasan khusus.

4. Gunakan intuisi

Apakah pengasuh ini dapat dipercaya? Mengasuh anak merupakan pekerjaan yang perlu kesabaran, bukan cuma teliti. Sebelum meninggalkan anak kita dengan pengasuh, ada baiknya kita berada di rumah selama beberapa hari untuk memperhatikan bagaimana ia menghadapi anak kita.

Sumber : berbagai sumber – Jawaban.com