Ini Alasan Membaca Alkitab Harus Jadi Salah Satu Resolusi Tahun 2018, Penting Banget Tau!

180104162838

Banyak orang Kristen yang pasti sudah menyusun resolusi tahun baru 2018 dengan hal-hal yang spektakuler. Ada yang berharap bisa mencapai potensi karir terbaik. Ada juga yang berharap bisa mencapai kehidupan yang lebih baik. Dan tak sedikit yang menuliskan bahwa salah satu resolusi penting yang patut dijalankan adalah menuntaskan pembacaan Alkitab selama setahun penuh. Apakah kamu salah satunya yang akan mencoba menjalankan resolusi ini?

Membaca Alkitab setiap hari adalah hal yang utama yang harus dilakukan dalam kehidupan orang Kristen karena dengan itulah kita bisa memuliakan Tuhan. “Sebab yang sangat kurindukan dan kuharapkan ialah bahwa aku dalam segala hal tidak akan beroleh malu, melainkan seperti sediakala, demikianpun sekarang, Kristus dengan nyata dimuliakan di dalam tubuhku, baik oleh hidupku, maupun oleh matiku.” (Filipi 1: 20)

Orang Kristen nggak bakal bisa membuat Tuhan Yesus muncul sebagai harta karun bagi dunia tanpa secara teratur merenungkan isi firman-Nya. Itu sebabnya kita perlu mencari wajah Tuhan setiap hari lewat membaca Alkitab.

Waktu saat teduh adalah momen mencari wajah Tuhan dan mengenal Dia lebih dekat. Kebiasaan ini tak hanya akan memuaskan jiwa kita, tapi akan membuat Tuhan berkenan hidup di dalam hidup kita.

Nggak sedikit orang yang mungkin sudah berkomitmen melakukannya di tahun kemarin. Dan hasilnya? Ada yang berhasil dan ada pula yang macet di tengah jalan.

Teolog sekaligus pendiri website Kristen Desiringgod.org, John Piper menyampaikan bahwa kunci utama untuk bisa berhasil membaca keseluruhan isi Alkitab selama setahun adalah dengan membacanya setiap hari dengan teratur dengan membagi keseluruhan Alkitab jadi empat bagian yaitu dua bagian di masing-masing kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Piper menyarankan untuk menjadwalkan 25 hari membaca Alkitab secara rutin. Sementara sisa 5 hari dalam setiap bulannya bisa dipakai untuk mengejar ketinggalan yang mungkin bisa terjadi.

Sekalipun mungkin metode membaca Alkitab yang kreatif sudah dilakukan, nggak sedikit diantaranya yang justru gagal. Karena itulah Piper menyampaikan bahwa hal terpenting yang patut dipahami sebelum menjalankan resolusi ini adalah bahwa tujuan utama dari membaca dan merenungkan firman Tuhan adalah untuk memuliakan Dia dan mengundang Dia hidup di dalam kehidupan kita.

“Pada akhirnya kita ada di planet ini untuk membuat Tuhan di dalam Kristus tampak luar biasa, untuk membuat Dia menjadi pribadi yang berharga, sebagai harta terbaik sebagaimana Dia. Itulah tujuan hidup kita: membuat Tuhan sebagai harta karun (bagi dunia),” ucapnya.

Saat kita punya hati yang sungguh untuk membaca keseluruhan Alkitab dan berkomitmen menjalankannya secara maksimal sepanjang tahun ini, percayalah bahwa kita akan memiliki kemampuan untuk melihat kebesaran Tuhan yang sungguh mempesona. Dan kita berharap bahwa kebiasaan ini akan menyenangkan hati Tuhan dan melayakkan kita untuk menyaksikan kemuliaan-Nya.

“Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.” (Mazmur 1: 1-3)

Sumber : CP/Jawaban.com