Jumat, 11 Oktober 2019

PETANI DAN BIBIT UNGGULNYA
“Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan
kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh
kasih.” (Galatia 5:13)
Di sebuah lahan perdesaan yang penduduknya mengandalkan pertanian untuk mencukupi kehidupan keluarganya. Ada
seorang petani yang akhirnya berhasil menemukan bibit unggul untuk lahan gandum di ladangnya.
Dia adalah satu-satunya pemilik bibit unggul tersebut. Mengejutkan memang, sang petani itu tidak menyimpan dan
menanam bibit unggul itu di ladangnya sendiri, dia membagikan bibit itu pada seluruh petani di desanya, yang jelas-jelas
merupakan kompetitornya. Petani itu bukannya merugi, malah dia mendapat panen yang sukses dan berlimpah.
Saat ditanya mengapa dia mau membagi bibit unggulnya pada petani lain, dia menjelaskan “Jika saya menyimpan dan
menanam bibit unggul itu sendiri, panen saya mungkin tidak akan berhasil. Karena angin akan menerbangkan serbuk sari dari
lahan di sekitar saya ke lahan saya. Jika saya tidak memberikan bibit unggul kepada kompetitor, maka ia (kompetitor) akan
menanam padi dengan kualitas jelek, maka serbuk sarinya juga berkualitas jelek. Jika membuahi tanaman saya, padi saya juga
akan berkualitas jelek.”
Sang petani ini memikirkan bagaimana dia bisa mencukupi dan bahkan mengembangkan usahanya, dan ternyata untuk
mengembangkan usaha atau mencapai tujuan itu tidak bisa dilakukan sendirian dan bersikap egois. Seorang pemimpin yang baik
bukanlah seorang pemimpin jika dia tidak memiliki anak buah atau karyawan atau orang yang dipimpin atau orang yang bisa
mendengarkan arahannya.
Dan suatu perusahaan atau bisnis maupun organisasi yang sukses adalah yang berhasil membantu orang lain meraih
kesuksesan dan membantu orang lain untuk meraih impian mereka.
Untuk itulah jika kita sudah mendapatkan sesuatu yang baik dari yang terbaik, yaitu keselamatan dan janji Tuhan;
alangkah indahnya jika kita juga berbagi berita bahagia itu. Yang pasti tunjukkanlah bagaimana sikap anak-anak Tuhan dalam segi
apapun, baik dalam rumah tangga, sekolah, dunia kerja, pelayanan di gereja. [SE]