Jumat, 14 Februari 2020

MENANTI-NANTIKAN TUHAN

“Aku menanti-nantikan Tuhan, jiwaku menanti-nantikan, dan aku mengharapkan firman-Nya.” (Mazmur
130:5)

Salah satu sikap dalam ibadah yang harus kita bangun adalah “menanti-nantikan Tuhan”. Para tokoh dalam
Perjanjian Lama tahu persis apa arti menunggu hadirat Tuhan, menanti-Nya menyatakan sesuatu dalam ibadah umat-
Nya. Pemazmur begitu merindukan kehadiran Allah dan ia menggambarkannya seperti seorang penjaga yang
menunggu fajar terbit, seperti pengawal menanti pagi (Mzm 130:6).
Menunggu memang menjadi perjuangan tersendiri bagi orang-orang yang mau berjumpa dengan Tuhan saat
itu. Kita mendapati dalam nats bacaan kita, bagaimana perjumpaan dengan Tuhan adalah hal yang layak dinanti,
meski harus dibayar dengan harga yang mahal.
Di Pasuruan, Jawa Timur, ada seorang ibu yang dipercaya banyak orang dapat menyembuhkan penyakit
yang mereka idap. Itulah sebanyak banyak orang berbondong untuk mengupayakan kesehatan dengan berobat ke
Ibu Ningsih Tinampi. Ibu yang dipercaya punya kesaktian ini acap mengunggah video penyembuhannya ke media
sosial youtube. Jadilah berita tentang kesaktiannya ini cepat menyebar.
Lingkungan di daerah tempat tinggal Ningsih berubah. Bermunculan warung-warung makan dan rumah
penginapan yang melayani pasien yang sedang mengantri panjang setiap hari. Banyak pasien yang mengaku bahkan
baru mendapat jatah penyembuhan setelah 5-6 bulan mengantri. Fantastisnya, jadwal Bu Ningsih sudah padat dan
ada yang rela menunggu dilayani hingga tahun 2021 mendatang. Untuk sesuatu yang sangat berharga, dalam hal ini
kesembuhan bagi si sakit, mereka rela menunggu berapa lamapun itu.
Kita beruntung sebagai umat Perjanjian Baru. Dalam ibadah, kita tidak perlu lagi menanti-nanti Tuhan
sebagaimana umat PL melakukannya. Dia yang berkenan hadir dan bahkan berdiam di dalam kita (Immanuel), dapat
kapan saja ditemui. Ironisnya, malah kita yang sering merasa Tuhan jauh dari kita. Dengan ‘fasilitas’ kehadiran-Nya
setiap saat itu, selayaknya kita selalu beribadah kepada-Nya dengan penuh rindu. [JP]