Jumat, 14 Juni 2019

KELUARGA YANG MELAYANI

“Kemudian Ia meninggalkan rumah ibadat itu dan pergi ke rumah Simon. Adapun ibu mertua Simon demam keras dan mereka meminta kepada Yesus supaya menolong dia. Maka Ia berdiri di sisi perempuan itu, lalu menghardik  demam itu, dan penyakit itupun meninggalkan dia. Perempuan itu segera bangun dan melayani mereka.” (Lukas 4:38-39)

Ada seorang tokoh gereja awal bernama Clement dari Alexandria. Di dalam bukunya yang berjudul ‘Stromateis’, ia menceritakan tentang istri Petrus yang sebenarnya juga ikut membantu pekerjaan pekabaran Injil. Istri Petrus, sebagaimana dicatat dalam buku itu, kemudian mati sahid bersama Petrus. Dalam ayat bacaan di atas, kita juga menemukan bagaimana Petrus “membawa” ibu mertuanya kepada Kristus (Luk 4:38-39). Setelah ibu mertuanya sembuh dijamah Tuhan, ia memberi diri melayani.

Pada bagian lain, kita juga ketahui bahwa Andreas adalah saudara Petrus yang menjadi salah seorang murid Kristus (Mat 4:18). Melihat orang-orang terdekat Petrus yang menyerahkan diri kepada Kristus dan bagaimana kiprah mereka yang begitu luar biasa dalam pelayanan; memberi petunjuk bagaimana Petrus yang telah menerima berkat dari Kristus, mau membawa pula keluarganya untuk menjadi pengikut Kristus.

Inilah hal yang paling mendasar, bagi yang merindukan keluarganya dapat melayani Tuhan. Yaitu membawa anggota keluarganya untuk menjadi murid Tuhan terlebih dahulu. Hal ini adalah hasil dari sebuah kehidupan yang dipenuhi Roh Kudus. Tanda orang yang dipenuhi Roh-Nya adalah dengan memberikan hidup untuk Tuhan dan dipakai Tuhan sesuai kehendak-Nya.

Alangkah indahnya jika sebagai sebuah keluarga, kita bisa kompak memberikan hidup untuk dipakai Tuhan. Tentu bukan bermaksud bahwa setiap kita harus menjadi full timer (sepenuh waktu) dalam pelayanan, tetapi orang yang penuh Roh Kudus akan memberikan pelayanan yang full heart (sepenuh hati) di manapun mereka bisa berkiprah. [JP]