Jumat, 15 Maret 2019

 

LATIHAN KEHIDUPAN

“Orang yang menguasai dirinya melebihi orang yang merebut kota.” (Amsal 16:32)

Beberapa bulan yang lalu, saya sempat mengajak keluarga saya untuk menonton sebuah pertunjukan sirkus yang sedang berlangsung di Jakarta. Jangankan anak-anak, bahkan saya yang notabene adalah orang dewasa saja berdecak kagum atas semua aksi yang disuguhkan oleh para pemain. Saya percaya, pada awalnya mereka hanya orang-orang biasa, namun saya bisa bayangkan, seberapa keras dan seberapa sering mereka berlatih untuk aksi luar biasa yang akhirnya bisa mereka tunjukkan di panggung pertunjukan tersebut.

Mereka berhasil mengalahkan rasa takut atas aksi-aksi berbahaya yang mereka lakukan. Mereka juga bisa menguasai keseimbangan tubuh mereka dengan baik, sehingga dapat melakukan aksi-aksi tersebut dengan tepat dan berhasil tanpa kegagalan.

Sama seperti kehidupan rohani kita, kita pun perlu latihan hingga akhirnya kita dapat menguasai diri kita dengan baik. Konflik, masalah, kegagalan, maupun kesuksesan, itu semua adalah latihan yang Tuhan berikan agar kita bisa belajar untuk menguasai empat aspek kehidupan kita: pikiran, perasaan, perkataan, dan perbuatan.

Kunci keberhasilan atas semua latihan yang Tuhan berikan adalah respons awal saat kita menerimanya. Saat kita rendah hati dan mau diajar, Roh Kudus akan melakukan bagian-Nya untuk membantu kita belajar menghadapinya.

Saya percaya, latihan tidak dapat dilakukan hanya dalam semalam. Dan proses pembentukan untuk semakin sesuai dengan kehendak Tuhan pun tidak dapat dilakukan secara instan. Perlu jatuh bangun dan mungkin gagal berulang-ulang. Namun ingatlah bahwa Tuhan itu setia, dan Ia tidak pernah menyerah untuk hidup kita. Ia telah memberikan kita seorang penolong yaitu Roh Kudus yang akan memampukan kita untuk memiliki penguasaan diri akan firman-Nya. [JN]