Jumat, 16 Agustus 2019

BERSIHKAN JENDELA-MU

“…keluarkan dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu” (Mat 7 : 5)

Sepasang suami istri baru pindah ke sebuah lingkungan perumahan. Pagi berikutnya ketika mereka sedang sarapan, melalui jendela sang wanita muda melihat tetangganya tengah  menggantung cuciannya pada tali jemuran. “Cucian itu sepertinya tidak terlalu bersih,” ia berkomentar. “Dia tidak tahu cara mencuci dengan benar. Mungkin dia membutuhkan sabun cuci yang lebih baik.” Suaminya hanya memandang ke arah jendela, tetapi tetap diam. Demikianlah, setiap kali tetangganya menjemur cucian pada pagi hari, wanita muda itu mengulangi pengamatannya tentang cucian kotor.

Kira-kira satu bulan kemudian, wanita itu terkejut ketika sedang melihat keluar jendela, ia menemukan jemuran handuk tetangganya yang putih dan bersih pada tali jemuran. Ia berkata kepada suaminya: “Lihat, dia telah belajar cara mencuci dengan benar. Aku ingin tahu siapa yang mengajarinya ini? Suaminya menjawab, “Saya bangun pagi ini dan membersihkan jendela kita.”

Sobat NK, bersikap kritis kepada orang lain tanpa mempertimbangkan dahulu kebenarannya adalah salah satu kebiasaan buruk. Kita dengan mudahnya menilai kekurangan dan kelemahan orang lain tanpa menyadari kelemahan dan kekurangan diri sendiri. Sikap dan perilaku ini jika dibiasakan akan merusak karakter seseorang, yaitu munculnya kepercayaan diri berlebihan atau kesombongan. Selalu menganggap dirinya paling benar dan tidak bersedia dikoreksi.

Dalam Alkitab, Tuhan Yesus dengan keras mengecam perilaku ini sebagai sikap ‘orang munafik.’  Yesus mengingatkan kepada kita agar jangan mudah menghakimi atau menilai kelemahan orang lain. Sebaliknya dalam Lukas 7:1-5, IA meminta kita untuk belajar rendah hati dan mengukur keadaan diri sendiri sebelum menilai orang lain, sehingga kita juga dapat menerima kekurangan orang lain. [SM]