Jumat, 20 Maret 2015

PENYAKIT KOMSEL

“dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah …yang seorang menganggap yang lain lebih utama…; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, ….” (Filipi 2:3-4 )

Di tengah suasana duka kerabat, seorang anggota keluarga yang berduka mencoba mengguncang – guncangkan jasad yang terdiam membisu sambil berteriak dengan maksud membangunkan jasad itu. Namun kita tahu, jasad itu tetap tidak bergerak.

Coba bayangkan sesosok mayat bisa berkata, “Aku akan berusaha dengan sekuat tenaga untuk bangkit dari peti ini…” Tentu tidak mungkin bukan? Jangankan bangkit dari peti, berkata-kata saja tidak mempunyai kekuatan karena kondisinya sudah mati. Ia sudah tidak memiliki roh yang menghidupkan dan menjadi penggeraknya.

Komunitas sel (komsel) adalah sarana perjumpaan dengan Tuhan. Di dalam komsel diharapkan setiap orang dapat mengalami perjumpaan dengan Kristus melalui sharing firman, pujian penyembahan dan berbagi kesaksian hidup. Pernahkah Anda hadir dalam sebuah komsel yang “kering” atau mungkin sekarang komsel saudara mengalami kekeringan. Jika komsel tidak punya atmosfir rohani, maka komsel akan mengalami penyakit stagnasi rohani.

Dampaknya, tidak ada kehidupan yang mengalir di dalam komsel. Anggota enggan mengikuti komsel karena merasa tidak mendapatkan apa-apa. Penyebabnya adalah tidak ada roh doa yang kuat di dalam komsel tersebut. PKS dan seluruh anggota harus banyak berdoa untuk setiap pengalaman berjumpa dengan Tuhan dan terhadap jiwa-jiwa yang akan Tuhan kirimkan. Tanpa doa, komsel akan kering kemudian mati. Doalah yang menggerakkan atmosfir rohani dan yang membuat Allah campur tangan dalam setiap pertemuan.

Komsel sangat penting buat kehidupan kita, karena melalui komsel kita sama-sama saling membangun, mendukung, dan menjaga untuk terus hidup dan bertumbuh dalam Kristus dan kebenaran Firman Tuhan. Jadi apapun yang terjadi jangan pernah tinggalkan komsel. Milikilah pengharapan buat komsel kita agar komsel kita dapat semakin bertumbuh dan memberkati banyak orang. [DS]

Bapa yang baik, kami sangat tergerak untuk menghidupkan komsel dimana tempat kami bertumbuh melalui doa syafaat kami agar komsel bukan hanya sekedar menjadi tempat ngobrol tetapi benar – benar ada hadirat Allah ada disini. amin