Jumat, 20 Maret 2020

MENGHANGATKAN DAN DIHANGATKAN
“Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas
kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran.” (Kolose 3:12)
Seorang pria Yahudi bernama Yankel, yang memiliki toko roti di kota Crown Heights, Jerman. Dia selalu
berkata, "Kamu tahu kenapa aku hidup hari ini?" Dia berkata, " Ketika aku masih remaja, Nazi membunuh orang
Yahudi tanpa ampun. Kami di tahan dalam kereta dibawa ke Auschwitz. Malam datang udara sangat dingin, salju
turun saat itu. Nazi meninggalkan kami di sisi rel semalaman, kadang tanpa makanan dan tidak ada selimut untuk
menghangatkan kami. Darah di tubuh kami mulai membeku menjadi es. Di sebelah aku, ada seorang lelaki Yahudi
tua yang menggigil dan kondisinya kurang baik. Aku memeluknya untuk menghangatkannya dan memohon padanya
supaya tetap semangat untuk hidup. Aku tidak berhenti menggosokkan panas ke tubuh lelaki tua itu. Ketika pagi
datang dan matahari mulai bersinar, aku melihat di sekelilingku banyak tubuh yang sudah membeku. Tidak ada
satupun tawanan yang hidup. Malam yang dingin itu membunuh mereka semua. Hanya dua orang yang selamat
yaitu pria tua itu dan aku. Pria tua itu selamat karena aku menghangatkannya dan aku bertahan hidup karena aku
menghangatkannya. Saat menghangatkan hati orang lain, kamu akan tetap menghangatkan dirimu sendiri.
Ketika memberi inspirasi kepada orang lain, maka kamu akan meng-inspirasi kehidupanmu juga. Ketika
kamu membuat orang lain bahagia, kamu adalah orang pertama yang akan merasa bahagia, lalu orang tersebut, dan
ia juga akan membalas kebaikan-mu. Maka berlimpahlah kebaikan yang datang kepadamu dan yang ada di
sekelilingmu. Itulah rahasia yang terkandung dalam alam semesta ini yaitu hukum tabur-tuai, manusia tidak akan
lepas dari hukum ini. Apa yang kau tabur akan kau tuai juga. Jadi taburlah kebaikan dan hal-hal yang mulia maka
kau akan menuai hal-hal baik dalam hidupmu. [DS]