Jumat, 26 April 2019

 

Jika Allah di pihak kita, siapakah lawan kita?

 “… sebab Tuhan, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai kamu untuk berperang bagimu melawan musuhmu, dengan maksud memberikan kemenangan kepadamu.” (Ulangan 20:4)

Seorang pemuda bercerita bagaimana ia harus berjuang sendirian membayar biaya pernikahannya setelah keluarganya tidak mau mengakui dia yang baru menerima Yesus. Meskipun sudah tidak mau membantu, keluarga besar pemuda ini tetap memaksa dia untuk menyuguhkan makanan dan minuman yang mewah di pesta. Pemuda ini pun tidak punya pilihan lain selain menyetujui permintaan itu.

Dia bingung sekali sebab uang yang ia terima sebagai hadiah dari tamu undangan hanya Rp 70 juta padahal tagihan katering yang ada mencapai 130 juta rupiah. Mendengar ini, keluarganya malah mengejek pemuda itu dan menyuruh dia meminta Yesus membayar kekurangan biayanya. Pemuda ini bersama isterinya pun berdoa dengan sungguh dan bersatu hati meminta agar Tuhan menolong mereka.

Dengan hati yang gelisah, mereka pun membawa uang 70 juta ini ke kantor katering. Sesuai dengan perhitungan, ia harus membayar 130 juta Rupiah. Di dalam kebingungannya, pemuda ini tetap berdoa dan meminta mukjizat dari Tuhan.

Tiba-tiba saja, petugas ini dipanggil oleh atasannya. Ia pergi sebentar lalu kembali dan berkata, “Maaf Pak. Tadi ada revisian dari boss saya”. Pemuda ini berpikir, “Wah, berapa lagi biaya yang ditambahkan?”. Namun betapa kagetnya dia melihat bahwa revision itu ternyata adalah diskon sebesar 50 juta! Menurut petugas tadi, setelah berhitung, bossnya menyadari kalau tagihan membengkak karena ada tamu-tamu yang membawa pulang wine yang mahal harganya. Jadi, entah mengapa si boss tergerak memberikan diskon sebesar 50 juta Rupiah kepada pasangan yang baru menikah itu itu.

Uangnya yang 70 juta pun cukup membayar tagihan. Mendengar ini, keluarganya yang tidak mengenal Tuhan Yesus pun terheran-heran akan ajaibnya Tuhan Yesus.

Sahabat NK, percayalah bahwa Tuhan Yesus selalu menyediakan jalan keluar asalkan kita terus setia mengikut Dia. Yakinlah, ia selalu membela anak-Nya yang dikasihi dan mengasihi-Nya. [JEA]