Jumat, 27 Maret 2020

KESAKSIAN YANG BENAR
“Tetapi jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, yang kian bertambah terang sampai rembang tengah
hari.” (Amsal 4:18)
Tentunya sudah sangat sering kita mendengar kesaksian di gereja, bermacam-macam kesaksian tentang
mujizat Tuhan dalam memberikan kesembuhan, memulihkan hubungan, memberkati keuangan dan banyak lagi.
Bahkan di gereja-gereja tertentu kesaksian menjadi seolah menyatu dengan liturgi ibadah itu sendiri. Bahkan
kesaksian atau bersaksi itu kemudian menjadi profesi. Karena bisa kita lihat ada orang bahkan artis, mantan dukun,
mantan penjahat yang “bersaksi” dari satu gereja ke gereja yang lain demi mendapatkan upah atau amplop.
Tentunya hal ini tidaklah mutlak salah, tapi kalau kemudian mereka dengan bermodalkan satu kesaksian berkeliling
dari gereja ke gereja, bahkan persekutuan doa dan komunitas Kristen lainnya demi memperoleh amplop
persembahan kasih, maka orang itu jelas menjual kesaksiannya, atau menjual nama Tuhan demi keuntungan
pribadinya.
Yang menjadi masalah apakah kesaksian itu menjadi berkat bagi yang mendengarnya? Apakah nama
Tuhan dipermuliakan? Kebanyakan tidak. Karena yang mereka saksikan itu adalah pengalaman pribadi. Dan
pengalaman pribadi mereka takkan sama dengan pengalaman masing-masing kita. Tapi kesaksian mereka menarik
buat jemaat yang mendengarnya, ya tentu karena kecenderungan manusia adalah sangat senang mendengar cerita
kehidupan orang lain. Tapi tentunya masih ada kesaksian yang memang murni dan tulus. Adalah tugas kita untuk
menyaring apa yang baik, yang benar dan bermanfaat untuk pertumbuhan iman kita. Karena itu kita harus terus
belajar firman Tuhan dengan benar agar kita punya filter untuk setiap ajaran yang kita konsumsi.
Lalu apakah kita tidak perlu bersaksi? Tentu tidak, justru sebaliknya kita semua yang sudah merasakan
kuasa Tuhan dalam hidup kita, seharusnya menjadi saksi. Kesaksian yang benar tidak hanya pengalaman pribadi
secara verbal, namun di sisi lain dia harus punya kualitas hidup yang cocok dengan pemberitaannya ,yaitu hidup
yang baik, yang berbuah, yang penuh damai. Jika demikian, orang lain akan merasa tertarik untuk memiliki dan
merasakan perbuatan Tuhan yang baik. Itulah kesaksian yang benar dan mempermuliakan nama Tuhan. [CK]