Jumat, 29 November 2019

FILANTROPI
“Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak
menjadi lemah.” (Galatia 6:9)
Filantropi berasal dari bahasa Yunani: philein berarti cinta, dan anthropos berarti manusia adalah tindakan seseorang
yang mencintai sesama manusia serta nilai kemanusiaan, sehingga menyumbangkan waktu, uang, dan tenaganya untuk
menolong orang lain. Istilah ini umumnya diberikan pada orang-orang yang memberikan banyak dana untuk amal. Biasanya,
filantropi seorang kaya raya yang sering menyumbang untuk kaum miskin.
Berdasarkan hasil survei internasional World Giving Index 2018 Indonesia menempati peringkat teratas daftar negara
paling dermawan sedunia, disusul Australia, Selandia Baru, Amerika, dan Irlandia. Indeks ini mengukur tiga aspek kebaikan yang
dilakukan masyarakat suatu negara, yakni membantu orang yang tidak dikenal, memberi sumbangan, dan menjadi relawan.
Puger Mulyono adalah seorang juru parkir, tidak memiliki penghasilan tetap, dan bukan seorang yang kaya raya.
Kepedulian dan jiwa sosial yang dimilikinya telah mengubah jalan hidupnya menjadi seorang filantropi. Bersama dengan temannya
Ia mendirikan Yayasan Lentera Surakarta. Sejak tahun 2012 sampai dengan saat ini, yayasan ini telah merawat lebih dari 50 orang
anak penderita HIV/AIDS dari seluruh Indonesia. 10 orang diantaranya telah meninggal dunia dan sebagian sudah kembali
diterima oleh keluarganya
Melalui kisah hidup Puger Mulyono setidaknya menginspirasi kita untuk memiliki sikap peduli dan mau membantu orang
lain. Sebagai pengikut Kristus, kita dipanggil untuk memiliki rasa peduli dan membantu orang lain. Untuk bisa membantu orang lain
tidak harus menunggu kita memiliki besaran kekayaan materi yang melimpah. Tanpa memiliki materi berlimpah pun kita bisa tetap
berbuat baik. Kita bisa mulai dengan hal sederhana yaitu bersikap empati kepada orang-orang yang ada di sekitar kita. Membuka
mata untuk melihat kondisi orang lain dan membuka telinga untuk mendengar seruan orang lain adalah tindakan bijak yang bisa
kita lakukan. Ketika kita berbuat baik, kita sedang melakukan ajaran firman Tuhan. Sudahkah kita melakukannya? [WB]