Jumat, 31 Juli 2020

TERLALU DICEKAM TAKUT

“Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.” (2 Timotius 1:7)

Awal Maret 2020, ketika Covid-19 mulai mendunia, ada sebuah berita mengejutkan dari Solo. Seperti dilansir beberapa media cetak dan elektronik, seorang WNA  Korea ditemukan tewas menggantung diri di sebuah hotel. Yang bersangkutan merasa bahwa dirinya terinveksi virus Corona. Namun setelah polisi menyelidiki lebih jauh dan diteguhkan dengan pemeriksaan medik, ditemukan fakta bahwa korban negatif dari virus yang mulai berkembang dari Wuhan, China.

Pada awal kemunculannya, virus ini memang menyeramkan bagi banyak orang. Bisa dipahami karena belum ada vaksin yang ditemukan, virus menular atau menjangkit dengan cepat, akhirnya orang gagap menanggapinya. Kesalahan sudut pandang karena minimnya info ini lantas membuat orang salah mengambil keputusan. Seperti WNA Korea yang mengambil langkah bunuh diri tersebut karena kecaman ketakutan.

Dalam keadaan apa pun, perspektif atau cara memandang sesuatu adalah hal penting dan menentukan. Alkitab mengajarkan agar kita optimis memandang kehidupan meskipun situasi yang mengelilinginya sangat negatif. Daud optimis menghadapi raksasa Goliath. Daniel tidak takut menghadapi pergumulan di depan matanya. Para Rasul optimis menghadapi tantangan penganiayaan untuk pemberitaan Injil. Timotius tetap maju melayani meskipun masih butuh banyak pengalaman lagi.

Kita masih hidup di tengah-tengah dunia yang tidak akan pernah berhenti memberikan persoalan. Karenanya kita harus memiliki persiapan mental dan perspektif yang benar. Mereka yang optimis, memiliki bekal yang baik untuk menghadapi kerasnya kehidupan. Hanya saja, optimisme kita juga harus dibangun di atas dasar yang benar. Bukan berani karena nekad, bukan asal maju dan malah jadi mengandalkan kekuatan sendiri, tetapi keberanian karena kita memiliki Tuhan yang berjanji menyertai. Karena kita memiliki Tuhan yang memberikan kemenangan.

Inilah keberanian kita melangkah, yaitu karena roh yang diberikan Tuhan adalah roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. [JP]