Jumat, 7 Juni 2019

Mewariskan Kekayaan Sejati

“Akhir kata dari segala yang didengar ialah: Takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintahNya, karena itu adalah kewajiban setiap orang.” (Pengkhotbah 12:13)

Sudah sewajarnya dari setiap kita, khususnya orangtua untuk memikirkan dan berusaha untuk memberikan warisan yang terbaik kepada anak–anak kita kelak. Yang menjadi pertanyaan adalah apa yang akan kita wariskan kepada keturunan kita masing-masing? Banyak orang bekerja keras agar dapat memberikan warisan kekayaan kepada keturunannya. Ada yang sekolah sampai jenjang tertinggi, hingga bergelar S3 agar dapat menjadi teladan anak-anaknya agar diwariskan kepintaran kepada keturunannya. Banyak orang menyibukkan diri dengan bekerja keras, membuat banyak usaha agar keturunannya memiliki kehidupan yang lebih baik dari dirinya saat ini. Apakah itu salah?

Mari sejenak kita belajar dalam dari tokoh-tokoh Alkitab, sekiranya kita diminta memilih dari sekian banyak tokoh dalam Alkitab, siapa yang akan kita pilih untuk menjadi teladan kita dalam upaya memberikan warisan terbaik untuk anak cucu kita kelak? Abraham yang disebut sebagai bapa orang percaya? Yakub si pekerja keras yang diberkati Allah? Yusuf yang memiliki service excellent? Daud yang memiliki kedekatan hati dengan Allah? Atau Salomo yang memiliki hikmat dan kekayaan yang tidak ada tandingannya?

Dari contoh-contoh tokoh dalam Alkitab tersebut banyak hal positif yang dapat kita teladani untuk menjadi model  acuan kita dalam mempersiapkan warisan kekayaan sejati bagi anak cucu kita kelak, namun dari semua itu kita sendiri harus menciptakan dan mewariskan warisan yang kekal untuk anak cucu kita.

Raja Salomo dalam segala kemegahan, kelimpahan dan hikmatnya di akhir hidupnya dalam surat Pengkhotbah menuliskan “akhir dari segala yang didengar ialah: Takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya”, jadi warisan kekayaan sejati adalah keteladanan kita dalam Takut dan taat kepada Allah. Sudahkah hidup kita memiliki roh yang sungguh-sungguh takut dan taat kepada Allah? Sudahkah itu menjadi keteladanan bagi anak-anak atau banyak orang di sekitar kita? Dalam takut dan taat kepada Allah mengandung banyak janji berkat!  [YJP]