Jumat, 8 Februari 2019

 

NAMAKU TERDAFTAR DI SORGA

“Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga.” (Lukas10:20)

Opa Nano sungguh senang hatinya ketika namanya termasuk di dalam salah satu pemenang undian yang diadakan oleh satu bank swasta di kotanya. Sejak usia remaja (15 tahun), ia terdaftar sebagai nasabah bank tersebut. Jika dihitung sudah lebih dari 50 tahun ia bolak-balik melakukan transaksi. Kini umur Opa sudah 65 tahun.

Opa termasuk orang yang beruntung pada undian triwulan terakhir ini. Ia mendapatkan salah satu hadiah yaitu tur gratis ke pulau Dewata atau Bali selama 4 hari 3 malam. Bersama istri tercinta ia akan “honey moon” lagi minggu depan. Tadi pagi pegawai bank sudah konfirmasi dan diminta segera mendaftarkan namanya untuk disediakan berbagai fasilitas di sana. Kabar ini sungguh menggembirakan hati Opa, karena ia sudah memiliki kepastian akan keberangkatannya ke wisata yang ia idamkan sebelumnya.

Yesus, selain mempunyai 12 orang murid, Ia juga pernah mengutus 70 orang murid lainnya (Lukas 10:1) untuk memberitakan kabar baik Yesus Kristus. Kini ke 70 orang itu telah kembali dari tugasnya masing-masing. Mereka datang dengan sukacita karena sudah menyelesaikan dengan baik misi-Nya (Lukas 10:17). Injil diberitakan dan setan-setan diusir dalam pelayanan yang mereka lakukan itu.

Namun Yesus mengingatkan mereka agar jangan terlalu bersukacita karena roh-roh itu takluk, tetapi seharusnya bersukacitalah karena nama mereka ada terdaftar di sorga. Ya, ini lebih penting, karena sorga adalah tempat orang-orang beriman yang diperuntukkan bagi mereka yang taat dan setia kepada Allah. Sorga adalah tempat abadi.

Opa Nano begitu bahagia manakala namanya terdaftar sebagai pemenang. Bagaimana seandainya nama kita pun terdaftar di sorga di dalam KITAB KEHIDUPAN-NYA? Wow, tentu amat sangat senang. Hanya ada satu syarat yang harus dipenuhi, yaitu beriman pada-Nya hingga akhir hayat kita (Wahyu 3:5). Bukan hal yang mudah, selalu menuntut perjuangan. Tetapi ketika kita mengingat janji Tuhan untuk menuliskan nama kita dalam Kitab Kehidupan-Nya, semangat kita untuk mengiring Dia, berkobar kembali. [TG]