Jumat, 8 Maret 2019

 

KEMATIAN HITAM

“Aku tertolong sebab itu beria-ria hatiku, dan dengan nyanyianku aku bersyukur kepada-Nya” (Mazmur 28:7)

Gaylord seorang pria berusia 60 tahun tanpa sengaja terinfeksi “Kematian Hitam” ketika ia mencoba mengeluarkan tikus dari tenggorokkan seekor kucing yang tersedak. Tanpa sengaja kucing yang ditolongnya itu justru menggigit tangannya. Beberapa hari kemudian tangan dan kaki Gaylord mulai menghitam. Diduga kucing yang menggigitnya tertular wabah hitam dari tikus yang coba dimakannya.

Ketika dibawa ke Pusat Medis St. Charles, dokter mengatakan bahwa jalan satu-satunya untuk menyelamatkan nyawa Gaylord adalah dengan mengamputasi sebagian besar jari tangan dan kakinya, karena terlihat mulai layu dan menghitam. Diperlukan waktu satu bulan sampai Gaylord dapat lepas dari alat-alat yang mendukungnya untuk dapat bertahan hidup. Setelah itu dia masih harus berlatih berbulan-bulan untuk melatih tangan dan kakinya. Perjuangannya sangat berat karena di samping harus melawan rasa sakit yang teramat sangat, juga harus menghadapi pandangan ketakutan dari orang di sekitarnya yang takut tertular. Padahal seseorang hanya dapat terinfeksi “Kematian Hitam” melalui gigitan kutu atau binatang yang telah terinfeksi oleh kutu tersebut.

Setelah melewati semua penderitaannya Gaylord mengatakan: “Aku sangat senang masih hidup”, saya ingin segera dapat keluar dari rasa sakit dan dapat berjalan lagi dan melakukan hal-hal untuk diri saya sendiri.

Ada banyak bahaya di sekitar dan seringkali kita abai seperti Gaylord. Andai Gaylord segera mengantisipasi dengan mengobatinya dengan antibiotik seperti yang pernah dialami tetangganya, maka penderitaannya mungkin tidak akan terjadi. Akan tetapi ada hal positif yang dapat diambil dari kisah Gaylord, dia tidak terpuruk dengan segala penderitaannya tapi dia bersyukur bahwa dia tetap dapat hidup dan berusaha untuk bangkit tanpa menyesali apa yang sudah terjadi. Sikap yang sama dapat kita ambil, kalau di tahun lalu mungkin kita mengalami hal-hal yang membuat kita tertunduk, kita syukuri bahwa saat ini masih diberi kesempatan hidup untuk dapat menikmati tahun yang baru, segeralah bangkit, gunakan kesempatan yang Tuhan berikan. [PH]