Kalau Kamu Frustasi Karena Melayani Tuhan, Mungkin Inilah Penyebabnya!

170714145850

Matius 11:28-30

Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.”

Yesus selalu tahu bagaimana menemukan orang … bahkan ribuan tahun yang lalu. Firman-Nya melampaui semua waktu dan masih berlaku untuk kita hari ini. Sungguh menakjubkan bahwa selama berabad-abad ini, manusia berulang kali berjuang dengan isu yang sama. Sepertinya percobaan kita hanya berputar dan kembali lagi kepada setiap generasi. Orang menjadi lelah, tak bertenaga, dan dalam beberapa kasus, mengalami sangat keletihan. Alkitab tidak menginstruksikan kita untuk tidak bosan melakukan segala hal dengan baik tanpa adanya alasan.

Yang ditawarkan Yesus adalah hubungan, bukan agama. Perbedaan antara keduanya menarik. Agama adalah sistem kepercayaan atau keyakinan yang diikuti dan dianut; Sedangkan hubungan adalah koneksi atau ikatan antara dua belah pihak. Seseorang dapat memiliki keyakinan yang mereka ikuti berdasarkan hubungan mereka dengan orang lain. Namun dengan kekuatan sendiri, sulit untuk menjalani sistem kepercayaan saat tidak ada hubungan yang mendorong kita.

Yesus berkata, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat…” Aturan dan harapan agama sering membuat seseorang menjadi down. Saya mengacu kepada peraturan agama buatan manusia yang dibuat sendiri, bukan perintah dari Firman Tuhan. Ini adalah tugas agama (tanpa rahmat) yang membuat orang keluar.

Akan tetapi Yesus berkata, “Aku akan menunjukkan kepadamu… Berjalanlah dengan-Ku dan bekerjalah dengan-Ku – perhatikan bagaimana Aku melakukannya. Pelajari ritme anugerah yang tidak dipaksakan.” Yesus memiliki hubungan yang tidak dipaksakan dengan Bapa. Itu bukan berdasarkan tugas atau peraturan. Ia memercayai Bapa dan Bapa memercayai dia. Dalam Alkitab, kita tidak benar-benar melihat Yesus tersandung (kecuali kejujuran-Nya di Taman Getsemani ketika Ia bertanya apakah cawan itu dapat diambil dari-Nya). Namun bahkan ini adalah gambaran irama anugerah yang tak terbatas.

Dan perhatikan apa yang Ia katakan, “Aku tidak akan menaruh sesuatu yang berat atau tidak pantas bagimu.” Terjemahan lain mengatakan, “kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.” Sangat menarik bahwa Ia menggunakan kata kuk. Kamus mendefinisikannya sebagai perlengkapan hewan atau beban yang membatasi. Namun Ia mengatakan “kuk” -nya (apa yang kita anggap sebagai beban yang membatasi) sangat mudah dan ringan. Yesus sedang menjelaskan tugas kita. Kuknya adalah tugas kita; Apa yang Ia berikan untuk kita lakukan di dalam hidup.

Ini bersifat individual dan universal. Firman Tuhan adalah instruksi kita untuk hidup. Ini berisi panduan dan petunjuk untuk membantu kita bermanuver melalui dunia ini dengan sukses. Kamu akan berpikir bahwa kebebasan sejati tidak akan ditemukan sama sekali, tetapi yang sebaliknya adalah benar. Bila tidak ada bantuan, tidak ada arahan, tidak ada penglihatan, kita berkelana ke dalam bahaya dan jebakan. Namun, di bawah kuk yang lembut dari Pencipta kita, Ia menahan kaki kita dari tersandung dan membawa kita ke tanah yang berlimpah susu dan madu.

Akan tetapi, selain pedoman universal yang ditemukan dalam Firman-Nya, setiap orang percaya juga memiliki tugas individu. Kuk ini mudah dan ringan. Jika tugasmu terasa berat dan membebani, mungkin kamu berada di dalam tugas yang salah. Seharusnya tidak pas. Misalnya, dalam pernikahan, suami dan istri memiliki tugas yang berbeda; Apa yang dimaksud dengan mantel untuk pria adalah kuk pada perempuan. Hanya saja terlalu sering, perempuan tersebut juga tidak memercayai suaminya atau suaminya dianggan terlalu mengentengkan tugasnya sebagai kepala rumah, jadi perempuan tersebut mengambil tanggung jawab sang suami dan dengan cepat itu menjadi kuk berat – yang Tuhan tidak rancang (atau anugerahkan) untuk dirinya.

Kuk agama dapat memiliki efek yang sama. Irama anugerah yang tak dipaksakan hanya datang melalui sebuah hubungan dengan Yesus Kristus. Saat kita berserah dan bergantung kepada-Nya, itulah saat terkuat kita. Kata Tuhan, “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.”(2 Korintus 12:9). Bila kita merasa lelah atau hampir kehabisan tenaga, ini adalah indikator yang pasti kita telah melakukan sesuatu dengan kekuatan kita sendiri atau mencoba melakukan tugas yang Tuhan tidak berikan kepada kita. Jadi cek dirimu: Apakah kamu lelah dan berbeban berat? Jika iya, berjalanlah dengan Yesus dan bekerjalah dengan-Nya. Pelajari irama anugerah yang tak dipaksakan ini.

Hak Cipta ©2010 Daphne Delay. Digunakan dengan izin.

Jika Kamu Yakin Bahwa Ini Adalah Tuhan yang Suruh Maka Tidak Ada Tugas-Nya yang Terlalu Besar yang Tidak Dapat Kamu Laksanakan.

Sumber : cbn.com