Kamis, 13 Februari 2020

PUJIAN BAGI ANAK DOMBA
“ Maka aku melihat dan mendengar suara banyak malaikat sekeliling takhta, makhluk-makhluk dan tua-tua
itu; jumlah mereka … beribu-ribu laksa, katanya dengan suara nyaring: "Anak Domba yang disembelih itu
layak untuk menerima kuasa, dan kekayaan, dan hikmat, dan kekuatan, dan hormat, dan kemuliaan, …!"
(Wahyu 5 : 11-12)
Dave Egner menuliskan tentang Paduan Suara Symphonic dan Orkestra Grand Rapids Symphony yang
menggelar konser Natal tahunan. Menjelang akhir pertunjukan, bersama-sama dengan sekitar 4.000 penonton,
mereka bernyanyi, "Kesukaan bagi dunia, Tuhan sudah datang! Bri hatimu kepada-Nya." Hatinya bergetar saat
mendengar baris terakhir, "Nyanyi, nyanyi s’kalian alam."
Meskipun suasana saat itu begitu megah, tetapi itu barulah bayangan samar- samar dari pujian yang akan
dinaikkan bagi Anak Domba. Yesus layak menerima pujian dan penyembahan dari segala makhluk: "Anak Domba
yang disembelih itu layak untuk menerima kuasa, dan kekayaan, dan hikmat, dan kekuatan, dan hormat, dan
kemuliaan, dan puji-pujian!".
Penyembahan sejati adalah penyembahan yang berpusat pada Allah semata. Banyak orang yang merasa
hanya bisa menyembah kalau dilakukan di tempat tertentu, diiringi musik tertentu, dan bagaimana penyembahan itu
seharusnya dilakukan.
Sahabat NK, musik tidak ada hubungannya dengan penyembahan. Musik tidak bisa menghasilkan
penyembahan, walaupun bisa menciptakan emosi tertentu. Musik bukanlah dasar bagi penyembahan, walaupun
penyembahan bisa diekspresikan melaluinya. Jangan bersandar pada musik untuk melakukan penyembahan; tapi
perlakukan musik sebagai ekspresi dari hati seseorang yang sudah dijamah belas kasihan Tuhan, patuh dan taat
terhadap perintah-perintah-Nya.
Yesus menyatakan para penyembah sejati akan menyembah Allah dalam roh dan kebenaran (Yoh 4:24). Ini
berarti kita menyembah Allah dari lubuk hati kita yang terdalam melalui jalan yang telah Allah sediakan.
Penyembahan tidak terbatas hanya pada satu kegiatan, tapi yang penting dilakukan dengan sikap dan motivasi hati
yang benar.
Penyembahan hanya diperuntukkan bagi Allah, karena Dia layak disembah. Penyembahan hanya semata-
mata untuk menyenangkan-Nya. Penyembahan yang sejati bisa dirasakan dalam lubuk hati yang terdalam, yang
kemudian tar-ekspresikan melalui tindakan kita. [WR]