Kamis, 13 Juni 2019

ROH KUDUS PEMIMPIN KELUARGA

“…yakni orang-orang yang tak bercacat, yang mempunyai hanya satu istri, yang anak-anaknya hidup beriman dan tidak dapat dituduh karena hidup tidak senonoh atau hidup tidak tertib.” (Titus 1:6)

Kerinduan yang senantiasa menjadi doa saya adalah agar anak-anak saya senantiasa dipenuhi dan dipimpin oleh Roh Kudus.  Saya tidak dapat mengawasi mereka selama 24 jam dalam sehari, 7 hari dalam seminggu. Tapi saya menyadari bahwa ada Tuhan yang selalu dapat menjadi andalan bagi saya sebagai orangtua. Kita tidak perlu “bodyguard” untuk menjaga dan mengawasi anak kita setiap detik sebab kita punya Roh Kudus yang selalu hadir di mana pun dan kapan pun.

Dalam peristiwa Pentakosta, para murid mengalami kepenuhan Roh Kudus dan mereka berkata-kata dengan bahasa lain serta berkhotbah dan mengajarkan orang-orang tentang jalan keselamatan di dalam Tuhan Yesus Kristus.  Tentu bila menilik pengalaman para murid, kita pun ingin agar manifestasi tersebut dialami oleh setiap anggota keluarga, karena sungguh hal itu merupakan hal yang luar biasa.  Namun, ada hal yang jauh lebih penting daripada itu, yaitu mengenai buah-buah Roh di dalam kehidupan keluarga kita.

Dalam nats Alkitab ini, rasul Paulus menyebutkan tentang kriteria seorang penatua, di mana keluarganya, baik istri dan juga anak-anaknya hidup dalam iman, ketertiban dan kesopanan.  Inilah sesungguhnya wujud nyata dari kehadiran Roh Kudus dalam keluarga. Ketika Roh Kudus memenuhi setiap anggota keluarga, maka tiap anggota keluarga mempunyai kehidupan yang memuliakan nama Tuhan. Inilah namanya kehidupan yang berbuah. Roh Kudus diberi keleluasaan untuk memimpin seorang suami, isteri, dan anak-anak yang ada di dalamnya sebagai jaminan keluarga yang memuliakan nama Tuhan.

Pentakosta itu harus punya “buah-buah nyata” dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya semata mengenai karunia bahasa lidah atau bahasa roh, melainkan juga kehidupan yang sopan, tertib dan mempermuliakan nama Tuhan. Semuanya itu dapat dimulai dan dikerjakan dari dalam keluarga kita masing-masing. [BT]