Kamis, 13 September 2018

 

BERANI TAMPIL BEDA

“Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu.” (Yohanes 15:19)

“Don’t be afraid of being different, be afraid of being the same as everyone else” (Jangan takut untuk menjadi berbeda, tetapi takutlah untuk menjadi sama/ serupa dengan semua orang yang lainnya). “In order to irreplaceable one should be different” (Untuk menjadi seseorang yang tidak tergantikan, orang tersebut harus berbeda.)

Dua kutipan di atas saya baca dari timeline teman saya, dan saya sangat diberkati dengan kedua kutipan tersebut. Mengapa? Karena kedua kutipan tersebut mengandung kebenaran dari apa yang Tuhan Yesus sendiri ajarkan kepada murid-murid-Nya dalam kitab Yohanes pasal 15:18-27. Untuk menang atas keduniawian kita harus berbeda dengan dunia ini! Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia (1 Yohanes 2:16). Kita bukan berasal dari dunia! karena sekiranya kita dari dunia tentulah dunia mengasihi kita sebagai miliknya, tetapi kita dipilih oleh Allah untuk menjadi umat yang dikasihi-Nya.

Bagaimana kita dapat menang atas keduniawian? Kenali jati diri Anda! Paragraf di atas jelas bahwa kita bukan dari dunia, jadi Anda harus mengerti benar siapa jati diri Anda, Anda adalah milik Kristus, Raja di atas segala raja. Jadi jelas bahwa kita bukan berasal dari dunia. Harus berbeda dengan dunia ini! Apa yang berbeda? Yaitu keinginan dan karakternya. Keinginan dunia adalah keinginan kedagingan yang akan membawa kebinasaan, sedangkan keinginan Allah adalah keinginan Roh yang merindukan setiap kita berbuah untuk kemuliaan Bapa di surga.

Nilai-nilai, standar-standar dan tujuan orang percaya bertentangan dengan cara-cara yang tidak benar dari masyarakat yang bobrok. Orang percaya menolak untuk berkompromi dengan patokan orang fasik dan sebagai gantinya menetapkan pikiran pada “perkara yang di atas, bukan yang di bumi” (Kol 3:2). Tetaplah berani tampil beda! [YJP]