Kamis, 17 Mei 2018

ROH BERKUASA ATAS DAGING

“Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging”. (Galatia 5:16)

Tuhan senantiasa mengijinkan proses demi proses dalam hidup kita, agar karakter kita dapat disempurnakan seperti Yesus. Keinginan daging selalu bertentangan dengan keinginan Roh, demikian juga sebaliknya. Firman Tuhan mengatakan bahwa siapa pun yang hidupnya masih dikuasai keinginan daging tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

Mungkin kita bertanya-tanya, mengapa amarah, iri hati atau perselisihan bisa membuat kita tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Bukankah Yesus juga pernah marah ketika Bait Suci digunakan untuk tempat berjualan, menggantikan fungsi yang seharusnya sebagai rumah doa?

Tuhan tidak pernah melarang kita untuk marah, tetapi biarlah amarah yang keluar tidak membawa kita kepada dosa. Maksudnya adalah jika kita membiarkan amarah kita berlarut-larut hingga menjadi dendam berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, maka kita telah berdosa. Dan ini menandakan bahwa kita masih hidup dalam kedagingan karena kita masih menuruti keinginan daging dan menjadi musuh dari Tuhan.

Hanya hidup yang dipimpin dan dikuasai oleh Roh yang dapat menang atas kedagingan. Segala macam percabulan, kecemaran dan bentuk hawa nafsu lainnya akan kita kalahkan kalau setiap orang percaya mau dipimpin dan dikuasai oleh Roh. Sebagai manusia yang sudah jatuh dalam dosa, tidak ada cara yang terbaik untuk dapat menang atas kedagingan kecuali kita hidup dipimpin dan dikuasai oleh Roh Kudus.

Allah menempatkan RohNya, yaitu Roh Kudus dalam diri kita agar kita tidak diperbudak oleh segala bentuk kedagingan. Dan hanya mereka yang hidupnya dipenuhi dan dikuasai oleh Roh yang akan berkuasa atas segala bentuk kedagingan. Pastikan hidup kita dikendalikan oleh Roh sehingga kita dapat mengalahkan segala bentuk kedagingan. [RB]