Kamis, 19 Maret 2015

ALASAN TIDAK KE “KOMSEL”

“Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.” (Kisah Rasul 2:42)

Berdasarkan survey yang tidak didokumentasikan hasil penelitiannya, ada bermacam-macam alasan penyebab mengapa seseorang tidak ikut kelompok sel (disingkat: “komsel”). Ada yang mengatakan bahwa ia tidak dapat pergi ke komsel karena sudah capek kerja seharian. Ada pula yang beralasan bahwa ia tidak pernah ke komsel jadi tidak terbiasa.

Dengan meminjam sebuah metode dari peneliti di masa lalu, survey ini mencoba melihat kembali apakah alasan yang dikemukakan itu kuat atau tidak? Metodenya adalah dengan mengganti kata “komsel” dengan “bioskop”. Dengan substitusi kata ini, alasan tersebut disimak kembali setelah dimodifikasi, berikut ini adalah hasilnya:

“Ngapain ke bioskop? Mendingan saya di rumah aja.”
“Saya tidak pernah ke bioskop jadinya tidak terbiasa.”
“Saya merasa orang-orang di bioskop tidak memperhatikan saya, jadi buat apa saya ke bioskop?”
“Saya rasa ke bioskop tidak ada manfaatnya.”
“Ke bioskop hanya membuang-buang waktu saja.”
“Saya punya teman yang sering ke bioskop dan ia tidak lebih baik dari saya.”
“Di bioskop orangnya sombong-sombong.”

Nampak sekali bahwa alasan-alasan itu begitu “absurd” alias menggelikan ketika kata “komsel” telah diganti dengan “bioskop”. Berbagai alasan lainnya juga menunjukkan ke”absurd”an yang sama.

Sesuai dengan nats di atas, marilah kita selalu rindu untuk bersekutu dengan saudara seiman di komsel agar semakin erat jalinan persaudaraan dalam Kristus, saling menasehati dan saling menjaga satu sama lain. Jangan mencari alasan yang tidak-tidak. Ada berkat rohani buat orang yang setia bersekutu dalam ibadah komsel. [BT]

Terima kasih Tuhan buat renungan hari ini yang mengingatkan saya untuk tidak meninggalkan persekutuan dengan sesama saudara seiman di dalam komsel. Bentuklah hatiku agar menjadi pribadi yang selalu rindu bersekutu dalam komsel. Amin.”