Kamis, 19 Maret 2020

MENABUR KEBAIKAN
“Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika
kita tidak menjadi lemah.” (Galatia 6:9)

Sekitar tahun 2012, saya berkesempatan mengadakan penelitian untuk keperluan menulis buku di sebuah
gereja di daerah Jakarta Barat. Gereja tersebut memiliki jemaat kurang lebih 3000 jiwa, memiliki gedung yang sangat
megah dan memiliki lembaga pendidikan/sekolah dari tingkat TK, SD, SMP, SMA dan SMK. Dari sisi manajemen
gereja tersebut dikelola secara profesional seperti yang dilakukan oleh gereja-gereja modern di kota-kota besar
seperti sekarang ini.
Berdasarkan pengakuan gembala jemaat gereja tersebut, gedung gereja yang digunakan untuk beribadah
dibangun dari sumbangan atau persembahan jemaat. Masih dari sumber yang sama, gereja tersebut juga mampu
menopang beberapa gereja lokal dari segi keuangan. Uniknya, sebagian besar jemaat gereja tersebut bukanlah
orang yang mampu secara keuangan namun berasal dari keluarga ekonomi yang kurang mampu. Ternyata, jemaat
gereja tersebut dibiasakan untuk memberi yang terbaik untuk pekerjaan Tuhan.
Kepada jemaat di Galatia Rasul Paulus menekankan agar tidak jemu-jemu berbuat baik. Dengan perkataan
lain jemaat yaitu kita harus menabur kebaikan dalam hal memberi yang terbaik bagi pekerjaan Tuhan. Ketika kita
menabur kebaikan, pada saat yang sudah Tuhan tentukan kita akan menuainya. Saat kita menabur kebaikan, kita
sedang melatih diri untuk dibentuk menjadi pribadi yang kuat, tidak mudah menyerah dan memiliki kualitas iman yang
mumpuni. Sebaliknya ketika kita tidak menabur kebaikan di saat yang sama iman kita mulai lemah, mudah putus asa
dan tidak menutup kemungkinan kita akan meninggalkan Tuhan.
Sudah waktunya kita menanggalkan segala keegoisan kita. Latihlah diri kita untuk terus menabur kebaikan.
Dengan menabur kebaikan kita sedang mempersiapkan diri meraih masa depan yang terbaik sesuai dengan rencana
dan kehendak-Nya. [WB]