Kamis, 2 April 2015

GAJI RP. 99M VS ANAK

“Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.” (Pil 2:8)

Daily Mail, Kamis (25/9/2014), Mantan CEO Pimco Mohamed El-Erian membongkar alasan mengapa dirinya rela melepaskan jabatan tertinggi di perusahaan investasi yang mengelola dana hingga US$ 2 triliun tersebut. Pekerjaan dengan pendapatan sekitar US$ 8,4 juta atau Rp 99,2 miliar/bulan itu ditinggalkan begitu saja demi satu alasan, demi sang anak.

Sekitar satu tahun lalu, Mohamed sebenarnya masih sering memberikan perhatian pada putrinya dengan sekadar menyuruh dia sikat gigi atau membereskan mainan. Dia pikir perhatian tersebut sudah cukup mengingat anaknya sangat penurut dan tak pernah membantah.

Suatu malam, sang puteri yang berusia 10 tahun, meminta ayahnya jangan dulu tidur dan pergi ke kamarnya. “Dia kembali dari kamar dan membawa selembar kertas yang berisi daftar berbagai acara penting dalam hidupnya yang saya lewatkan, mulai dari hari pertama ke sekolah, parade Haloween, pertandingan olahraga pertamanya hingga rapat orangtua dengan para guru. Saya sebenarnya punya alasan tepat seperti rapat penting, telepon mendadak dan perjalanan bisnis, tapi saya tetap merasa sangat bersalah waktu itu,” kisahnya. Meski memberikan kertas tersebut dengan halus, tapi isinya tampak seperti tamparan keras bagi investor ternama itu. Mohamed mengaku saat itu dirinya merasa telah menjadi ayah sangat buruk meski alasannya untuk bekerja memenuhi kebutuhan sang anak.

Mohamed merasa pekerjaannya telah membuat dia melewatkan berbagai hal yang lebih penting. Semakin sibuk dirinya, maka dia semakin melukai hubungannya dengan orang-orang paling spesial dalam hidupnya, anak dan istri. Maklum, dia bekerja dari jam 9 pagi hingga jam 1 subuh. Tetapi akhirnya keputusan besar untuk resign dari kerja dia ambil demi putrinya.
Sahabat NK, tirulah teladan Kritus. Pastikan hidup Anda menang dari ke-aku-an demi terlaksananya maksud Allah dalam hidup Anda. Selamat Paskah. [WR]

Tuhan ampuni keegoisanku, sehingga sering menghambat rencanaMu terjadi dalam hidupku. Ajar aku melepaskan ke-Akuanku. Aku mau meneladani Yesus, yang rela meninggalkan tahtaNya demi aku yang berdosa. Amin