Kamis, 26 Maret 2020

DOKTER YANG BERSAKSI
“Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.”
(Amsal 3:6)
dr. Ananto Pratikno Sp.OG, Mars, menulis dalam website keuskupan Padang, bahwa ia belajar untuk
bersaksi lewat profesinya sebagai dokter spesialis obgyn. Lewat profesinya sang dokter beberapa kali dikunjungi
oleh pasien yang ingin melakukan aborsi dengan berbagai alasan, mulai dari kehamilan akibat hubungan terlarang
sampai kehamilan yang tidak direncanakan. Maka ia kemudian berusaha memberikan pencerahan dengan nasihat
yang didasarkan pada nilai-nilai firman. Meskipun untuk itu ia harus mengalokasikan waktu lebih banyak dengan
pasiennya.
Selain itu ia juga tidak memasang tarif yang mahal, bahkan untuk pasien yang tidak mampu, sang dokter
menggratiskan biaya konsultasi. Ia menyadari bahwa profesi dokter seharusnya mengedepankan sisi kemanusiaan
dibandingkan sisi bisnisnya. Ia percaya, meskipun nampaknya dari sisi ekonomi tidak menguntungkan, ada berkat
Tuhan yang akan memeliharanya. Ia pun tetap rajin untuk meningkatkan ilmu kedokterannya dengan mengikuti
pelatihan, seminar, kursus dan aktivitas organisasi profesi. Sehingga tidak terkesan karena “murah”, kualitas
pelayanan jadi seadanya.
Itulah yang membuat perjalanan profesinya yang sudah lebih dari 12 tahun, dikenal baik oleh pasiennya.
Dengan demikian ia bisa menjadi saksi Kristus lewat profesinya.

Waktu kehidupan kita banyak dihabiskan di tempat pekerjaan. Sehingga membuka kesempatan yang luas
bagi kita untuk bersaksi lewat apapun profesi kita. Yesus pun selama hidupnya di dunia diperkirakan menghabiskan
waktu 15-20 tahun sebagai “tukang kayu”, yang pada saat ini bisa disetarakan sebagai seorang kontraktor. Lewat
profesi itulah Yesus tetap bersaksi dan mewartakan injil kebenaran. Maka sepatutnyalah kita meneladani cara hidup
itu. Belajarlah menjadi saksi ketika kita ada di dunia pekerjaan lewat apapun profesi yang kita lakukan. [DMP]