Kamis, 29 November 2018

 

Tambatan Kehidupan

“Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya , maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.” (Amsal 22:6)

Seorang ayah sedang mengajak gadis kecilnya menerbangkan layangan di sebuah padang rumput. Sang anak begitu gembira ketika layangan yang berwarna warni diterbangkan ke langit dan meliuk liuk mengikuti embusan angin. Setelah beberapa saat diajarkan untuk mengendalikan layangan itu, sang gadis kecil berkata kepada ayahnya, “Pa, tampaknya tali ini menghalangi layangan untuk terbang lebih tinggi. Bolehkah aku memotong talinya dan membiarkan layangan ini terbang mengangkasa?”

Mendengar permintaan gadis kecilnya sang Ayah membantu melepaskan ikatan yang menambatkan layangan tersebut. Melihat layangan itu terlepas, si gadis kecil kegirangan sambil berlari mengikuti arah layangan itu tertiup angin. Tetapi, tak lama kemudian layangan itu semakin lama semakin terbang rendah hingga akhirnya jatuh kembali ke tanah. Dan sang Ayah sambil kembali memungut layangan yang telah terdampar di tanah, ia menjelaskan jika tali yang mengikat dan dikendalikan bukan menjadi beban buat layangan ini. Malah melalui tali inilah yang membuat layangan ini dapat terbang terus mengangkasa meskipun dengan bantuan angin yang hanya sedikit.

Sahabat NK, dalam kehidupan seringkali kita memandang berbagai aturan menjadi sesuatu penghalang kebebasan atau kemerdekaan dalam menjalani kehidupan. Tetapi sesungguhnya seperti tali yang mengikat layangan di atas, berbagai aturan yang mungkin awalnya seperti berat untuk diikuti, malah menjadi suatu modal untuk kita memiliki kehidupan yang sukses. Dimulai dari tanggung jawab kecil, hidup yang benar, integritas, tanpa disadari akan membawa kita mengarungi berbagai kehidupan yang berkualitas.Nilai-nilai kebenaran yang tampaknya kecil seperti kejujuran, sikap bertanggungjawab, saling mendahulukan kepentingan orang lain, melaksanakan aturan kesepakatan bersama dalam keluarga, seharusnya dimulai dan dilatih di dalam keseharian di dalam keluarga. Ketika setiap anggota keluarga telah terbiasa dengan hal-hal seperti ini, niscaya akan kuat dan teguh menghadapi berbagai tantangan dan kesempatan yang besar yang terhampar di kehidupan di masa masa yang akan datang. [RT]