Kamis, 7 Juni 2018

MEMELIHARA KASIH

“Dan di atas semuanya itu:kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan” (Kolose 3:14)

Dua hari yang lalu, tepat 14 tahun usia pernikahan kami. Banyak hal yang telah kami lewati bersama baik dalam suka dan duka, satu dengan yang lain saling menajamkan dan juga saling memberikan diri untuk dibentuk karakter kami untuk dapat menjadi alat mulia di tangan Kristus. Berangkat dari kehidupan yang sangat sederhana, Tuhan memberkati pernikahan kami dengan tiga anak yang luar biasa, pekerjaan yang diberkati dan juga pelayanan yang disertai Tuhan. Rindu kami senantiasa untuk keluarga kami terus dipakai Tuhan untuk menjadi berkat dimana pun Tuhan tempatkan kami.

Normalnya suatu kehidupan rumah tangga, tentunya banyak dipenuhi dengan konflik dan juga pergumulan baik masalah hubungan suami istri, anak orang tua, finansial, dan banyak hal lainnya. satu hal yang menjadi kekuatan rumah tangga kami adalah kesatuan hati dalam keluarga untuk tetap terus memelihara kasih yang sudah Tuhan karuniakan dalam pernikahan dan rumah tangga kami. Berjalan untuk menuruti kebenaran Firman Tuhan, dalam setiap konflik kami tidak menyertakan amarah, dan bahkan membiarkan amarah itu tinggal sampai dengan berganti hari (Efe 4:26-27) karena itu akan memberikan kesempatan kepada iblis untuk merusak hubungan rumah tangga kami. Saling menyadari kelebihan dan kekurangan masing-masing akan sangat menolong kami dalam terus memelihara kasih tersebut.

Untuk tetap terus memelihara kasih, diperlukan usaha! Tidak dapat hanya dibiarkan saja mengalir sendiri. Konflik dalam keluarga juga bukan menjadi sesuatu yang melemahkan justru memperkuat saat kita bersama mengerti melalui konflik tersebut kita sama-sama belajar sesuatu yang baru. Keluarga yang kuat adalah keluarga yang berfondasikan kasih Allah, untuk itu dasar kasih itu harus mendominasi dalam setiap keputusan yang akan diambil dalam setiap langkah keluarga kita. Mengusahakan kasih dalam keluarga dengan mengenakan belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran, saling mengampuni satu dengan yang lain tanpa menaruh dendam. [YJP]