Kamis, 7 Maret 2019

 

Tenang, Belanda Masih jauh…

“ Tuhan menetapkan langkah – langkah orang yang hidupnya berkenan kepadaNya, apabila ia jatuh , tidaklah sampai tergeletak sebab Tuhan menopang tangannya “ (Mazmur 37 : 23 – 24 )

Salah satu permainan masa kecil yang masih membekas adalah main lompat tali. Bisa jadi karena selalu kalah ketika harus melompati tali yang sudah sampai di atas kepala teman yang lebih tinggi. Dan biasa anak – anak, kalau kalah, pulang pasti cemberut. Bapak yang hafal betul tabiat anaknya selalu bilang gini, “Tenang, Belanda masih jauhhhh……besok main lagi kan?”

Waktu itu apa yang diucapkannya tidak punya arti apa – apa buatku. Hanya sebatas penghiburan bahwa besok aku boleh main lagi. Sampai satu hari ketika pulang membawa cerita sudah bisa melompati tali diukuran yang biasa aku kalah, aku hanya bilang, “ Bapak jangan bilang Belanda masih jauh lagi yah, udah gak aci, sekepala ‘udah bisa dilewatin…” Hari itu aku mendapat upah dua jempol. Sekarang ketika yang kecil itu sudah semakin banyak usianya dan yang dilompatinya bukan hanya tali di atas kepala, kalimat “Tenang, Belanda masih jauh” mempunyai arti yang berbeda.

Manusia dilahirkan bukan untuk menjadi Superhero. Orang – orang sekaliber Einsteen, Mark Zuckerberg, Michael Yordan, David Beckham, sampai Daud dan Musa pun, begitu lahir, tidak serta merta menggengam kemenangan, dan kesuksesan, dalam hidupnya. Ada yang namanya jatuh bangun, diejek, dikucilkan, ditertawakan, diremehkan, kepahitan, jengkel, marah, nangis, kecewa, dan seterusnya. Tetapi lihat akhir kehidupan mereka…

Sejarah dunia mencatat bahwa bumi dipenuhi orang – orang gagal yang akhirnya sukses. Dan orang – orang sukses sekarang bukanlah orang – orang yang tidak pernah gagal dalam hidupnya. Jadi tidak berlebihan kalau kegagalan bukan sesuatu yang harus ditakuti, bukan aib, dan juga bukan kotoran yang harus dijauhi. Apalagi kita yang menyandang predikat anak Tuhan.

Mencoba dan terus mencoba, Belanda memang jauh tapi Tuhan kita tidak pernah jauh. Libatkan Dia untuk seluruh rencana kehidupan kita. Untuk semua mimpi dan cita – cita kita. Maha Guru bijaksana pernah berkata, kita bisa melakukan apapun, berencana hebat sampai jungkir balik tapi tanpa melibatkan Tuhan semuanya akan sia – sia. [WER]